oleh

Kewalahan Penuhi Permintaan, Petani Manokwari Genjot Produksi Biji Kakao

-Nasional-308 views

MANOKWARI — Pemerintah Provinsi Papua Barat menginginkan ekspor biji kakao produksi petani dan koperasi Eiber Suth di Ransiki, Manokwari Selatan terus meningkat.

“Permintaan buyer (pembeli) di luar negeri cukup tinggi, tapi untuk saat ini belum semua terpenuhi. Kita sedang mendorong agar produksinya meningkat sehingga bisa memenuhi kebutuhan ekspor,” ucap Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Papua Barat Jacob Fonataba, Jumat (27/11/2020).

Dia menjelaskan luas keseluruhan perkebunan kakao bekas lahan operasi PT Coklat Ransiki itu sekitar 1.800 hektare. Dari luasan lahan itu baru sekitar 200 hektare yang intens berproduksi.

Perkebunan ini sudah bertahun-tahun tidak dikelola karena perusahaan macet. Beberapa tahun terakhir masyarakat bersama pemerintah kabupaten setempat mulai berinisiatif untuk mengelola kembali dengan membentuk koperasi.

Sejak koperasi berdiri, lanjut Fonataba, bertahap perkebunan itu mulai dikelola, bahkan saat ini sudah rutin melakukan pengiriman ke Surabaya. Sudah beberapa kali Koperasi Eiber Suth melakukan ekspor ke Inggris.

“Koperasi serta petani kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar baik di dalam maupun luar negeri. Kakao di Manokwari Selatan ini kualitas premium sehingga peminatnya banyak,” ujarnya lagi.

Pemprov akan terus menerus mendorong melalui program pengembangan serta pengadaan sarana prasarana pertanian.

“Koperasi dan petani butuh dukungan. Di sisi lain Bapak Gubernur menginginkan produksi kakao Ransiki terus digenjot,” ujarnya lagi

Pada tahun 2020, sebut Fonataba, Pemprov Papua Barat maupun pusat sudah membantu masing-masing 50 hektare program peremajaan. Untuk tahun 2021 program serupa akan kembali dilaksanakan.

“Dari APBN kami ajukan pengembangan 100 hektare, DIPA dari pemerintah pusat sudah turun. Kami belum sempat membuka dokumen, jadi belum tahu berapa yang direalisasikan,” katanya.

Sedangkan untuk APBD Papua Barat tahun 2021, pihaknya pun berencana mengajukan program pengembangan kakao Manokwari Selatan seluas 100 hektare.

Jacob menambahkan, saat ini koperasi Eiber Suth Ransiki sudah melakukan pengiriman secara rutin dua kali dalam sebulan ke Surabaya. Dalam setiap pengiriman koperasi ini baru mampu memenuhi 12 ton kakao kering.

“Kalau 1.800 hektare itu semua sudah beroperasi kita yakin produksinya akan meningkat drastis. Produksi 200 ton per bulan pasti bisa dicapai, bahkan bisa lebih lagi,” demikian Jacob Fonataba.(lpb1/red)

Komentar

Berita Lainnya