MAJENE – Saat ini di sejumlah wilayah pedesaan di Kabupaten Majene masih memiliki infrastruktur jalan yang buruk.
Seperti dapat ditemukan, di Desa Pundau, Desa Leppangan Kecamatan Sendana, dan Desa Simbang Kecamatan Pamboang serta di sejumlah desa lainnya, kondisi jalan di sana rata-rata memperihatinkan.
Kepala Desa Pundau, Surahkman, menyatakan, kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah di wilayahnya sudah beberapa tahun belum tersentuh perbaikan.
“Jalan Desa Pundau terakhir disentuh pada 2013. Itu pun hanya sepotong jalan,” tutur Surahkman, Senin (26/07/2021).
Kondisi serupa, juga terdapat di wilayah Desa Leppangan. Jalan yang menghubungkan Ibu Kota Kecamatan Sendana itu, sampai saat ini masih memperihatinkan.
“Usulan peningkatan jalan di Desa Leppangan sampai saat ini belum terealisasikan,” kata seorang warga Desa Leppangan.
Kerusakan jalan, juga terdapat di Desa Simbang. Warga setempat berharap, kondisi jalan yang menghubungkan Desa Pamboboran Kecamatan Banggae itu ditingkatkan.
“Kerusakan jalan yang parah saat ini, terdapat di Dusun Lamaru sebagai akses warga menuju pasar Kecamatan Pamboang,” urai Rahmadi, Kades Simbang.
Dikatakan, pengendara yang melintas di jalan Dusun Lamaru harus ekstra hati-hati.
“Sedikit saja lengah, pengendara bisa kecelakaan dan jatuh ke tebing, karena kerusakan jalan semakin melebar akibat kikisan air hujan beberapa bulan lalu,” katanya.
Warga Desa Simbang, Jasman, mengaku, jika ingin menuju ke Ibu Kota Kecamatan Pamboang harus memutar balik ke arah Desa Benteng untuk menghindari jalan yang rusak.
”Saya berharap pihak terkait memperhatikan jalan ini, sebelum memakan korban pengendara roda dua dan empat,” ujarnya. (SBChannel.Id)











Komentar