Perajin Ulos mengaku hingga kini masih eksis akibat adanya campur tangan Pemerintah Kabupaten serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang secara intens melakukan motivasi dan pembinaan.
Bahkan di tangan Ketua Dekranasda Ny Satika Nikson Nababan boru Simamora, berbagai terobosan serta inovasi mampu menaikkan daya saing Ulos Tenunan Taput.
Hal itu diakui Dosmauli Sianturi salah satu petenun asal Hutanagodang Muara kepada Realitasonline.id, Selasa (27/4) 2021.
Dikatakan penggiat Ulos Harungguan Pewarna Alami tersebut, sebenarnya sejak awak aktivitas Tenunnya tetap lancar dan melayani pesanan konsumen.
”Saya sudah punya langganan sejak dulunya, banyak konsumen memesan Ulos Saya jenis Harungguan dan Sibolang,” ungkapnya.
Namun, transaksi penjualan anjlok sejak Covid-19 melanda bahkan membuat bisnis jual beli Ulos hampir berhenti terlebih pesta tidak diperbolehkan.
”Namun, keluh kesah Petenun cepat ditanggapi Ketua Dekranasda dengan membuat terobosan Masker Ulos, Ibu itu beberapa kali memesan Ulos yang kami tenun untuk bahan dasar Masker Ulos,” sebutnya.
Bahkan, dukungan Pemkab dan Dekranasda sangat dirasakan, Dosmauli Sianturi dengan pesanan yang secara rutin diterimanya.
”Bahkan Saya disuruh Ibu untuk mengumpulkan Tenunan teman-teman untuk dibeli sebagai bahan baku Masker Ulos dan kreasi kemeja maupun Jaket,” tambahnya.
Dosmauli mengakui, dukungan bagi Petenun bentuk nyatanya kepada Petenun yakni bantuan benang, pelatihan pewarna alam.
”Apalagi pelatihan pewarna alam yang gencar difasilitasi Dekranasda membuat Ulos Harungguan semakin diincar konsumen, terlebih Ulos Harungguan Pewarna Alam pernah menggebrak ajang Indonesian Fashion Week,” ungkapnya.
Pemilik sentra Ulos Dosroha tersebut mengakui berkat sentuhan Satika Simamora, banyak fasilitasi pelatihan yang diterima Petenun dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.
”Saat ini kita tengah menyiapkan pesanan Sembilan Stel Tenunan hingga bulan Juni dan biasanya harga yang kita bandrol mencapai Rp 3 hingga Rp 3,5 juta rupiah,” tambahnya.
Bahkan diakui Dosmauli, akibat telah mendapat pelatihan pewarnaan alam berbagai pesanan mengalir baik dari ITB dengan mengkreasikan motif baru.
“Kami sangat beruntung memiliki Bupati dan Ketua Dekranasda yang sangat peduli kepada pengerajin, walaupun ditengah Pandemi kami masih bisa beraktivitas,” pungkasnya.
Senada juga dikatakan Surlina Nainggolan warga Siatas Barita juga mengakui campur tangan serta kerja keras Ketua Dekranasda Satika Simamora mampu meningkatkan kesejahteraan Petenun.
”Saya sering dibawa pameran, bahkan Ulos yang Saya tenun dipesan Istri Pejabat bahkan Istri Gubernur,” ucap Surlina yang pernah menyabet juara dalam lomba Ulos di Jakarta beberapa waktu lalu.
Surlina mengatakan tinggal kemauan dan kreativitas Petenun yang mau memanfaatkan peluang.
”Ibu Satika menjadi motivator bagi Petenun, beberapa kali agenda dilakukan agar memancing konsumen yakni Festival Tenun Nusantara tahun 2018, festival Ulos Batak tahun 2019 yang dipusatkan di Taput, selain itu Ulos kita sering ikut pameran ke mana-mana, itu salah satu bentuk promosi,” pungkasnya. (AS)











Komentar