oleh

Penyekatan di Perbatasan Sulbar-Sulsel, Pengendara Diperiksa Polisi

POLMAN– Personel Kepolisian Resort (Polres) Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mulai melakukan penyekatan di wilayah yang menjadi perbatasan antara Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan, di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Penyekatan untuk mengantisipasi warga pulang kampung yang dianggap dapat memicu terjadinya lonjakan kasus Covid-19 ini ditandai pemeriksaan sejumlah kendaraan dan pengendara bermotor yang hendak memasuki wilayah Sulawesi Barat.

Terpantau, polisi juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap sejumlah warga, khususnya mereka yang menggunakan kendaraan dengan nomor polisi dari luar daerah, dan dianggap mencurigakan.

Selain memeriksa kelengkapan surat kendaraan, polisi juga meminta para pengendara menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19.

Kendati memperketat pemeriksaan, Kapolres Polewali Mandar, AKBP Ardi Sutriono mengatakan, pihaknya masih berupaya melakukan sosialisasi, agar kebijakan larangan mudik ini bisa diketahui semua lapisan masyarakat.

“Pemeriksaan pemudik tetap kita lakukan, tetapi tidak semua masyarakat tahu masalah ini. Kami juga butuh dukungan, bukan kita sendiri yang bekerja melakukan itu, harus dibarengi dengan sosialisasi,“ ungkap Ardi Sutriono kepada wartawan, Rabu siang (28/4/2021).

Baca Juga:   Polisi Ringkus Sindikat Keluarga Copet di Arena WSBK Mandalika

Kepada warga atau pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan bebas covid-19, petugas mengingatkan, bahwa penyekatan ini akan berlaku efektif mulai 6 Mei mendatang.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Juru Bicara Satgas Covod-19 Sulawesi Barat, Safaruddin S menunjukkan penanganan penularan virus corona di daerah ini yang semakin membaik.

Pasalnya dari hari ke hari, jumlah kasus terkonfirmasi terus mengalami penurunan, dengan angka kesembuhan yang semakin tinggi.

Baca Juga:   Dicegat di Darat, Pemudik Nekat Melalui Jalur Laut, Tak Lolos Juga

“Update data Covid-19 untuk hari ini tanggal 28 April 2021, kasus positif sebanyak 5447, kasus sembuh sebanyak 5252, dirawat 14 orang, isolasi mandiri 63 orang,“ jelas Safaruddin. (thaya/sur)

Komentar

Berita Lainnya