oleh

Guguran Awan Panas Mencapai Batas Vegetasi 2.500 M dari Puncak

YOGYAKARTA – Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat selama beberapa hari terakhir. Senin (27/2021) pukul 22.30 WIB terjadi guguran awan panas disertai terbakarnya kawasan vegetasi.

Jarak luncur awan panas semakin jauh, mencapai 2.500 meter ke arah barat daya. Getarannya terekam di seismogram dengan amplitudo 43 mm dan durasi 233 detik.

Pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, melalui akun resminya @bpptkg, Senin (26/7/2021) pukul 23.30 melaporkan lontaran lava pijar mencapai batas vegetasi.

Baca Juga:   Potensi Erupsi Merapi di Tengah Pandemi, Apa yang dilakukan Pemda Magelang?

Titik api terpantau di lereng barat daya Gunung Merapi. Ini menunjukkan aktivitas vulaknik gunung itu cukup tinggi.

“Status gunung di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah in masih berada di tingkat siaga, atau Level III,” tulis @bpptkg.

Menurut pantauan BPPTKG, minggu ini aktivitas guguran lava pijar terjadi cukup intensif dengan arah dominan ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.

Pada tanggal 25 Juli 2021 pukul 22.49 WIB terpantau titik api di lereng barat daya Gunung Merapi. Fenomena yang sama terlihat pada 26 Juli 2021.

Baca Juga:   Terjadi Lagi Letusan, Awan Panas Meluncur Sampai 4,5 Km ke Arah Tenggara

Titik api tersebut merupakan kebakaran vegetasi yang dipicu lontaran lava dari guguran lava pijar.

Musim kemarau dan tidak adanya hujan membuat vegetasi di lereng Merapi kering sehingga sangat mudah terbakar ketika tersulut api.

Terkait dengan kejadian ini, pihak BPPTKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terkait aktivitas Gunung Merapi.

“Selalu ikuti informasi perkembangan aktivitas Gunung Merapi dari sumber yang terpercaya,” kata pihak BPPTKG.

Baca Juga:   Beruntun, Guguran Awan Panas Terus Mengarah ke Barat Daya

Potensi bahaya Erupsi Merapi adalah, guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara–barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro.

Juga sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Lalu, letusan (erupsi) eksplosif. Letusan seperti ini mengandung ancaman bahaya lontaran material vulkanik yang dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. (*)

Sumber: bpptkg.go.id

Komentar

Berita Lainnya