oleh

Sekolah Tidak Terapkan Prokes di Lotim Ditutup

LOTIM – Bupati Lombok Timur (Lotim) dalam rapat evaluasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) menyatakan sepakat menutup semua sekolah.

Dari sekolah menangah pertama (SMP) sederajat sampai tingkat PAUD.

Hal itu ditegaskan Bupati Lotim HM Sukiman Azmy kepada wartawan di kantornya, kemarin.

Dikatakan, dari semua sekolah yang ada, hanya 15 persen sekolah yang benar-benar menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sisanya 85 persen sekolah, kurang menerapkan prokes.

“Penutupan sekolah ini hari Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu (30/1) mendatang. Jika kepala sekolah sanggup membuat surat pernyataan siap melaksanakan protokol kesehatan, baru kita, mulai tanggal 1 Februari mendatang, sekolah boleh kita buka,” tegasnya.

Baca Juga:   Cegah Lonjakan Kasus Omicron, Tiga Jalan Raya di Bandung Ditutup

Setelah para kasek membuat surat pernyataan itu dan sekolah dibuka, lantas tidak sanggup menerapkan prokes dengan baik, tentu konsekuensi dari pernyataan itu akan diterima kasek tersebut. Sanksi, akan dituangkan sendiri dalam surat pernyataan itu.

“Sanksi kepala sekolah tidak sanggup menerapkan protokol kesehatan, mulai dari sanksi administrasi sampai pencopotan jabatan sebagai kepala sekolah,” tegas Sukiman lagi.

 Sementara, proses belajar mengajar di Lombok Tengah tetap dilakukan. Termasuk dengan cara tatap muka.

Baca Juga:   Zubairi: Tunda Sekolah Tatap Muka, Saya Beri Dua Jempol! 

Wakasek Kurikulum SMPN 1 Praya Kaspul Mahdi kepada Radarmandalika.id menuturkan, pihaknya masih belum menerima perintah dari Bupati atau Kepala Dinas Pendidikan, terkait penghentian tatap muka.

“Kalau kami diperintahkan untuk melakukan pemberhentian belajar tatap muka kami pasti akan dilaksanakan,” katanya.

Dijelaskan dia, proses belajar saat ini masih seperti biasa dengan metode penjadwalan secara bergantian dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pengecekan suhu tubuh, menyemprotkan hand sanitizer ketika masuk lingkungan sekolah, pakai masker dan menjaga jarak. Begitu juga dengan  guru.

“Kalaupun ada siswa yang kurang sehat, maka lebih baik diam di rumah, yang penting diinfokan ke wali kelas,” bebernya.

Baca Juga:   Sekot Ambon Kunjungi Sejumlah Sekolah, Pastikan Kesiapan PTMT 2022

Terpisah, Asisten I Setda Lombok Tengah, Murdi menuturkan saat ini sekolah masih melakukan kegiatan belajar tatap muka mengingat sebentar lagi akan dilaksanakan ujian.

“Kita kan zona kuning, namun kiita akan minta sekolah supaya ada satgas Covid-19 di sekolah, ” katanya.

Murdi menambahkan, dalam kondisi saat ini pemerintah tidak bisa mengorbankan pendidikan anak yang dimana sebentar lagi ujian.

“Yang terpenting prokesnya yang harus diperketat,” tegasnya. (tim/fa’i)

Komentar

Berita Lainnya