oleh

Kirim Perangkat Gamelan Untuk Hubungan Bilateral

YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, salah satu cara untuk merawat hubungan bilateral adalah dengan mengirimkan seperangkat gamelan karawitan ke berbagai negara.

“Jadi kita tiap tahun pasti mengirim tidak kurang delapan perangkat gamelan, baik untuk kedutaan maupun organisasi seperti di Amerika, Eropa, Jepang, Australia, dan sebagainya. Cara ini dilakukan karena adanya konsekuensi mendunianya gamelan karawitan,” jelas Sri Sultan dalam sambutannya saat menghadiri Puncak Festival Budaya Karawitan Internasional di Bangsal Pagelaran, Keraton Yogyakarta, Sabtu (24/10/2020) malam.

Baca:   Waspada Hujan Disertai Kilat di Jaksel dan Jatim

Seperti dilansir serikatnews.com, festival yang diinisiasi oleh Mabes TNI sejatinya diadakan secara luring setiap bulan Juli. Namun, tahun ini baru digelar pada Oktober dengan konsep yang berbeda. Digelar secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Festival karawitan kali ini diikuti 108 kelompok yang memperebutkan Piala Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam X. Piala Sri Sultan Hamengku Buwono X diberikan untuk kategori umum, yakni nasional dan internasional. Sedangkan Piala KGPAA Paku Alam X diberikan untuk kategori pelajar dan anak skala nasional.

Baca:   PSBB Tanpa SIKM? Anies Lempar Bola Liar Lagi ke Pusat

Ngarsa Dalem yang didampingi oleh Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa gamelan karawitan sendiri banyak dikirimkan ke wilayah Eropa Barat, seperti Inggris, Irlandia, dan negara-negara lainnya.

“Jadi pendekatan politik kebudayaan penting, tidak sekadar kita bicara politik take and give. Tapi bicara kebudayaan tidak ada take and give tapi apa yang ada diterima. Dengan demikian kami mencoba berbuat sesuatu, kerja sama dengan kementerian luar negeri dan kedutaan di luar,” tutur Sultan.

Baca:   Pertemuan Juventus Kontra Napoli Terancam Ditunda

Sultan berharap, di mana pun kita berada, karawitan jadi sesuatu aktivitas yang penting. Bersama-sama membangun dan bertanggung jawab untuk melestarikannya. “Festival yang diinisiasi Mabes TNI ini diharapkan dapat menjadi upaya untuk terus menghidupkan budaya tersebut di masa pandemi,” pungkasnya. (ilyas)

Komentar

Berita Lainnya