MUARA DUA – Pembentukan kelompok sadar wisata Pokdarwis diharapkan mampu menjadi penggerak utama masyarakat dalam mendukung kebijakan pengembangan kepariwisataan di Kabupaten OKU Selatan.
Kepala Dinas Pariwisata kabupaten OKU Selatan, Darmawan, SE, MSI, mengemukakan hal itu melalui Sekretaris Dinas Pariwisata Koni Romli, SE, Selasa (24/8/2021)
Pembangunan kepariwisataan merupakan lintas sektoral. Suksesnya pembangunan pariwisata sangat ditentukan oleh dukungan dan partisipasi aktif seluruh lapiran masyarakat.
“Hal itu bertujuan meningkatkan kesejahteraan umum,” kata Koni saat menjadi salah satu pemateri sosialisasi kelompok sadar wisata yang diadakan oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Bina Darma di kecamatan Banding Agung.
Koni Ramli menyambut baik program-program yang dilakukan pihak KKN Tematik UBD. Salah satunya mensosialisasikan pentingnya kelompok sadar wisata di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kebudayaan Kabupaten OKU Selatan ini juga mengatakan perlunya pemanfaatan potensi yang telah ada di daerah.
Kemudian dikembangkan sesuai kreativitas masyarakat setempat dan pentingnya memahami 7 unsur dalam sapta pesona.
“Tajuh unsur tersebut adalah kemanan, ketertiban, kebersihan, Kmkesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan,” katanya.
Lebih lanjut Ia mengatakan, hal itu sangatlah penting untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat agar dapat mendorong perkembangan wisata di daerah.
Jika ke-7 unsur ini dapat dipenuhi masyarakat di daerah potensi wisata, katanya, maka wisatawan akan senang bahkan akan kembali lagi ke lokasi itu.
“Bagi desa juga penting dibentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai penanggung jawab pengembangan potensi-potensi yang ada di Desa,” ujarnya.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UBD Dr Desy Misnawati M Ikom mengatakan, Pokdarwis sebagai institusi lokal memiliki potensi sebagai lembaga sosial yang dapat mendukung kegiatan perekonomian dengan melibatkan masyarakat lokal secara aktif.
“Hubungan nyata dan komunikasi partisipatif yang dimiliki antara Pokdarwis dan masyarakat lokal dapat menumbuhkan rasa ikut bertanggungjawab terhadap perekonomian di desa masing-masing melalui kepariwisataan desa,” katanya.
Ia menambahkan, mempertahankan daya tarik yang ada di dalam desa, merupakan modal yang diperlukan untuk menjaga ciri khas dan potensi desa wisata agar dapat menarik minat wisatawan.
Ketua Pelaksana KKN T-GNRM dan ketua Prodi Psikologi UBD, Mutia menyatakan, sosialiasi Pokdarwis dilakukan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi menumbuhkan tanggungjawab dan ikut memiliki dalam memanfaatkan fasilitas yang sudah dibangun pemerintah daerah.
Dikatakan Mutia, desa memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk diangkat potensinya jika dilakukan dengan manajemen strategi yang baik agar dapat menjadi desa wisata.
“Berangkat dari informasi tersebut, KKN Tematik UBD ingin meningkatkan strategi pembangunan desa wisata yang ada di danau ranau, kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan,” katanya.
Dikatakannya juga, sosialisasi pengembangan desa wisata ini merupakan salah satu program kerja KKN Tematik UBD.
Tujuannya untuk memberikan arahan agar menambah daya tarik desa yang ada di Kecamatan Banding Agung sehingga dapat mendatangkan banyak wisatawan.
Sosialisasi strategi pengembangan desa wisata yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Binadarma ini dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat.
Acara juga dihadiri Adi Saputra SH, Camat Banding Agung, dan Sekretaris Dinas Pariwisata Kebudayaan Kabupaten OKU Selatan, Koni Romli yang sekaligus menjadi pemateri. (Red)











Komentar