oleh

Denny-Difri Optimistis Menang, Tim Sahbirin-Muhidin: Harga Mati!

BANJARMASIN – Pasangan Denny Indrayana dan Difriadi Darjat (D2D) akan lebih serius mengawal Pemungutan Suara Ulang (PSU), Pemilihan Gubernur Wakil Gubernur Kalimantan Selatan.

Bila pemilu lalu ia hanya mengirimkan segelintir saksinya, PSU nanti ia akan bertindak lebih agresif lagi dan ia optimistis memenangkannya.

Kata Denny, tak hanya saksi, para relawan dan partai akan turun mengawal 266 ribu suara PSU di tiga daerah yakni di Banjarmasin, Banjar dan Tapin.

Itu dilakukan tentunya untuk sebuah pesta demokrasi dan keutuhan kedaulatan rakyat.

Di sisi seberang, Partai Golkar yang mengusung H Sahbirin Noor-H Muhidin menyatakan langsung megambil langkah dan strategi untuk memenangkan PSU.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Partai Golkar Wilayah Kalimantan, Bambang Heri Purnama mengatakan, tidak ada kata laIn selain wajib memenangkan pasangan Sahbirin-Muhidin.

“Ini tidak hanya berlaku pada jajaran pengurus, namun semua kader dan simpatisan partai. Golkar wajib memenagkan calon yang didukungnya,” kata dia.

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pemungutan suara ulang (PSU) di 827 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Selatan (Kalsel) 2020.

Baca:   Nurhadi dan Menantunya Disidang 22 Oktober

Keputusan tersebut dibacakan hakim MK pada sidang putusan terkait perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilgub Kalsel Jumat (19/3/2021).

Hal itu menyusul gugatan pihak Denny Indrayana atas hasil Pemilu Kepala Daerah yang dimenangkan pasangan Sahbirin Noor – Muhidin.

“Insyaallah saksi ada. Teman-teman dari partai Gerindra , Demokrat dan partai lainnya sudah siap mengawal ini, mengoptimalkan 266 ribu suara,” kata Denny Indrayana, Selasa (23/2/2021).

Denny melanjutkan, PSU adalah keputusan yang baik. Artinya, MK sebenarnya ingin mengembalikan kedaulatan rakyat, mengembalikan hak-hak suara raktyat.

“Berdasarkan putusan MK kita bisa menegaskan kembali bagaimana pilihan rakyat untuk Gubernur Kalsel. Saya melihatnya (PSU) sebagai kemenangan rakyat,” ujar Denny.

Di pihak Sahbirin Noor – Muhidin, Ketua Bapilu Partai Golkar Wilayah Kalimantan, Bambang Heri Purnama menegaskan, kewajiban memenangkan pasangan ini merupakan intruksi dari DPP Partai Golkar.

“Kami akan memanfaatkan kesempatan ini untuk memenangkan Sahbirin-Muhidin, terutama di daerah yang melaksanakan PSU,” kata anggota Komisi III DPR RI asal Kalsel ini.

Baca:   Menurut KPU, Pilkada Serentak di Desember Maunya DPR dan Pemerintah

Partai, kata Bambang, mempercayakan upaya memenangkan ini langsung kepada DPD Partai Golkar hingga tingkat kabupaten/kota yang melaksanakan PSU, dibantu anggota fraksi Partai Golkar maupun kader partai.

Di kubu Denny-Difriadi, Denny menyatakan, dalam babak tambahan Tim H2D melakukan strategi man to man marking yang ketat sehingga lawan tidak bisa menjalankan strateginya.

Denny mengakui masih belum ada pembicaraan untuk merombak komposisi tim pemenangan.

Meski demikian eks Wamenkumham ini tetap mengapresiasi tim pemenangan, kader partai pengusung dan pendukung serta relawan lintas organisasi yang telah berkerja secara maksimal.

Ketua DPD Gerindra H Abidin mengajak semua simpatisan, relawan, dan kader partai pengusung dan pendukung H2D untuk bekerja keras untuk memenangkan PSU.

Di pihak lain, bagi Bambang beserta timnya, memenangkan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel nomor urut 1, H Sahbirin Noor-H Muhidin dalam PSU adalah harga mati.

“Kami berkoalisi dalam pemenangan PSU tersebut dan Partai Golkar memiliki tim tersendiri dalam upaya melakukanya,” tambahnya.

Baca:   Messi Kembali Saat Barca Bersua Tim Divisi Tiga

Bambang menegaskan, pihaknya bersama koalisi pendukung, harus menjalankan strategi khusus dan strategi umum demi memenangkan PSU Ini.

Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan merencanakan PSU pemilihan gubernur digelar 9 Juni 2021.

Tanggal tersebut merupakan 50 hari setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Hasil rapat pleno, kami perkirakan hari Rabu tanggal 9 Juni pencoblosan PSU. Namun tanggal ini kami konsultasikan lagi ke KPU pusat,” ujar Ketua KPU Kalsel Sarmuji, Kamis (25/3/2021).

Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) akan mengerahkan sedikitnya 2.000 personel untuk pengamanan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kalsel di enam kecamatan.

Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Noor Subchan mengatakan, setiap tempat pemungutan suara (TPS) akan ditempatkan dua orang personel.

Sisanya akan difungsikan untuk berpatroli di wilayah-wilayah yang menggelar PSU.

“Di setiap TPS itu kan ada personel, artinya sudah bisa dihitung itu berapa jumlahnya,” ujar Mochamad Subchan Selasa (23/3/2021). (*)

Sumber: baritopost

Komentar

Berita Lainnya