oleh

Penumpang Pesawat dan Pengunjung Warkop Sama-sama Terkonfirmasi Covid-19

PONTIANAK–Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dr H Harisson, M Kes di Pontianak merilis update terbaru penanganan Covid-19.

Dilansir jaringinfo.com, grup siberindo.co, terdapat lima orang penumpang pesawat Batik Air yang baru tiba di Bandara Supadio, Kubu Raya-Pontianak positif Covid-19. Selain itu, 20 pengunjung Warung Kopi (Warkop) Aming terkonfirmasi Covid-19.

“Razia di Bandara Supadio, pada tanggal 22 Desember 2020, pesawat Batik Air ID6220 CGK-PNK atau Cengkareng-Pontianak, pukul 14.30 ada 24 orang yang diambil sampel swab. Dari 24 orang penumpang tersebut hasil dari RT PCR Laboratorium Untan ada lima orang yang positif Covid-19 atau kasus konfirmasi Covid-19,” ungkap Harisson.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang baru datang di Bandara Supadio. “Ini kita lakukan setiap hari,” timpalnya.

Sementara maskapai dan penumpang yang positif akan dikenakan sanksi.

“Bagi penumpang yang positif Covid-19 akan diisolasi dan dikenakan penggantian biaya pemeriksaan swab RT PCR,” tegasnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu ini juga menyampaikan hasil razia warkop Aming Podomoro, yang dilakukan pada Selasa (22/12/2020).

“Dari 59 orang yang diambil sampel, 20 orang positif Covid-19 atau 33,89 persen, terdapat satu orang di antaranya adalah karyawan Warkop Aming,” tutur Harisson.

Harisson menjelaskan tentang rapid antigen, bahwa akurasi rapid antigen berkisar antara 80-9O persen. Dan kalau pengerjaannya buru-buru, hasilnya bisa false negative (negatif palsu).

“Diagnosis pasti sampai saat ini (golden standard) memang hanya pada swabs RT PCR. Jadi mohon maskapai dan bandara tetap berhati-hati terhadap risiko penularan Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, jangan lengah,” tegasnya.

Terhadap persoalan maskapai pesawat yang membawa penumpang positif Covid-19, pihaknya berkoordinasi dengan bandara dan Pusat.

“Kita tidak ingin mereka yang berkunjung ke Kalbar menjadi penyebar Covid-19 di daerah kita ini,” katanya.

Sementara dari data nasional, hingga 23 Desember 2020 kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar secara akumulatif totalnya 2.991 orang, sembuh 2.580 orang dan 26 orang meninggal dunia. (mK).

Komentar

Berita Lainnya