oleh

Kolaborasi Kopi dan Fesyen Memutar Roda Ekonomi

BALI – Apa yang menjadi keterhubungan antara kopi dan fesyen? Sekilas, keduanya tidak saling berkaitan.

Namun, kata seorang seniman muda Bali Mochamad Satrio Welang, keduanya membutuhkan daya kreasi dan inovasi yang bukan hanya menghadirkan keindahan, cita rasa, namun juga menjadi sebuah karya seni.

Event yang mengkolaborasikan dua elemen itu dihadirkan dalam paduan lomba peragaan busana dan Festival Kopi 2020 di Story Kopi, Jalan Merdeka Renon, Denpasar, Senin (23/11/2020).

Baca Juga:   Penerapan Teknologi Tepat Guna Bikin Kopi Makin "Nikmat"

“Kopi dan fesyen sekilas tidak saling berkaitan. Tapi sejatinya keduanya membutuhkan daya kreasi,” kata Satrio Welang yang dalam event itu bertindak sebagai juri.

Peragaan busana dimotori oleh Luh Muani Academy. Kriteria busana 70% berbahan endek dan 30% berbahan campuran.

Ketua Luh Muani Academy Ryan Indra Darmawan mengatakan, tema kasual endek dipilih sebagai dedikasi dalam mengampanyekan kain tenun ikat tradisional (endek).

Baca Juga:   "A Day in Indonesia" Memukau Warga Hongaria: Saya Ingin ke Bali!

“Peserta yang memenangkan lomba sebagai juara 1 pada kategori C baik kasual bebas maupun juara 1 kasual endek nanti, akan dinobatkan sebagai Duta kopi 2020,” kata Ryan Indra.

Diharapkan festival kopi itu ikut menumbuhkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi. Kopi memiliki kekhasan dari masing-masing daerah, tidak mahal dan mudah didapat.

“Dan juga bisa dibisniskan sehingga membuat roda ekonomi dapat kembali berputar,” kata narasumber dr Visca Zerlinda H.

Baca Juga:   2021, Brand tentang Bali Digeber Melalui Industri Kreatif

Dalam kompetisi itu, Callista Tan Winatta dan Putu Calysta resmi dinobatkan sebagai Duta Kopi 2020.

 

Komentar

Berita Lainnya