oleh

Menteri Sugiono Tekankan Pentingnya Ketahanan Nasional Dalam Hadapi Risiko Perubahan Iklim

-Headline, News-129 views

SIBERINDO.CO – Penguatan ketahanan nasional merupakan kunci untuk menghadapi risiko perubahan iklim dan degradasi ekosistem,” tegas Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam forum diskusi mengenai keamanan iklim yang diselenggarakan di sela-sela High-level Week Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (23/9).

Indonesia memandang bahwa climate security bukan persoalan lingkungan semata, namun juga menyangkut kemampuan negara untuk melindungi masyarakat, menjaga mata pencaharian dan aktivitas ekonomi, serta mempertahankan stabilitas di tengah berbagai guncangan.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi risiko dampak perubahan iklim secara langsung. Kondisi ini menegaskan bahwa upaya adaptasi tidak dapat dipandang sebagai agenda masa depan. “Penguatan adaptasi perlu dilakukan dengan membangun ketahanan lintas sektor, termasuk pangan, air, dan energi,” jelas Menlu Sugiono. Pendekatan tersebut tercermin dalam Second Nationally Determined Contribution Indonesia, yang menempatkan ketahanan pangan, air, dan energi, serta transisi energi sebagai bagian penting dari respons nasional terhadap perubahan iklim.

Indonesia juga menegaskan bahwa aksi nasional membutuhkan dukungan kolektif. Menlu RI menekankan pentingnya risk assessment dan kesiapsiagaan, khususnya bagi negara berkembang. Upaya tersebut perlu didukung melalui akses terhadap pendanaan konsesional, teknologi, peningkatan kapasitas, dan investasi, sehingga negara berkembang dapat merespons risiko iklim secara lebih efektif.

Indonesia juga menekankan bahwa kerja sama climate security perlu memperkuat kerangka multilateral yang telah ada dan mendukung prioritas nasional, serta memobilisasi sumber daya yang dibutuhkan untuk menerjemahkan komitmen menjadi aksi.

Climate Security Dialogue diselenggarakan oleh Menlu Inggris, bersama dengan Menlu Kenya dan High Representative Uni Eropa sebagai co-hosts. Pertemuan ini menjadi forum untuk bertukar pengalaman dan membahas langkah praktis dalam memperkuat risk assessment, kesiapsiagaan, dan aksi bersama menghadapi risiko perubahan iklim dan degradasi ekosistem.(***)

Berita Lainnya