oleh

154 Warga Ikuti Vaksinasi Massal di Balong Hardi Sumedang

SUMEDANG – Pemancingan Balong Hardi Sumedang (BHS) bersama Pemerintah Desa Margamukti Kecamatan Sumedang Utara dan Puskesmas Situ, kembali menggelar vaksinasi Covid-19, Rabu (25/8/2021).

Kali ini merupakan vaksinasi kedua bagi warga yang telah mendapatkan vaksin pada vaksinasi sebelumnya, Rabu, 28 Juli 2021.

Target vaksinasi ini  adalah karyawan BHS beserta keluarga, dan warga masyarakat di sekitarnya.

Peserta 154 orang dilayani 22 petugas terdiri atas satu dokter, tiga vaksinator dan 18 tenaga administratif.

Baca Juga:   Ternyata, Presenter Gilang Dirga Positif Covid-19

Vaksinasi berlangsung di lobi utama hotel & resto area pemancingan BHS di Jalan Blok Kalapa Dua, Bendungan, Sumedang, Jawa Barat.

Hadir unsur Polisi/TNI, dan Aparatur Desa Margamukti untuk memantau vaksinasi tersebut.

Setelah vaksinasi, para peserta dan petugas pelaksana, dijamu santap siang di resto BHS.

Sebelumnya, vaksinasi pertama di tempat sama menyasar 300 orang. Perinciannya, 100 dosis bagi karyawan BHS, 200 dosis bagi masyarakat umum.

Baca Juga:   Sempat Positif Covid-19, Begini Penjelasan Joy Tobing

Pemilik BHS, H Ahmad Hardi menegaskan, pihaknya sangat berkepentingan dengan vaksinasi massal ini unuk mempercepat herd immunity (imunitas/kekebalan kelompok).

Hardi juga menjelaskan, hampir seluruh pekerja yang terlibat operasiol BHS, sudah divaksinasi, dan secara berkala ditest antigen.

Selain itu, seluruh area secara teratur disemprot disinfektan. Protokol kesehatan diterapkan secara ketat kepada siapa pun yang memasuki area BHS, melalui fasilitas pendukung yang direkomendasi.

Baca Juga:   Update Covid-19: Kasus Positif Baru Bertambah 3565

Ia berharap situasi segera pulih, sehingga BHS bisa kembali beroperasi, karena ada sekitar 250 karyawan yang tergantung hidupnya di BHS.

“Berarti, kurang lebih 1000 jiwa, keluarga mereka akan terdampak, karena kami kesulitan membayar gaji mereka akibat tutupnya usaha,” kata H Hardi.

Dia menjelaskan, usahanya ini langsung maupun tidak, dapat menggerakkan ekonomi rakyat dan punya pasar tersendiri. (*)

Komentar

Berita Lainnya