JAKARTA – Presiden Erdogan mengumumkan pada hari Jumat bahwa Turki membuat penemuan bersejarah, menemukan ladang gas alam yang menampung 320 miliar meter kubik di Laut Hitam.
”Turki telah menyadari penemuan gas alam terbesar dalam sejarahnya di Laut Hitam,” kata Erdogan dalam konferensi pers, Senin (24/8) seperti dikutip Forbes.
Ia menambahkan bahwa masih banyak lagi yang dapat ditemukan dan negara tersebut sedang bekerja untuk menyelesaikan penggaliannya paling cepat pada tahun 2023.
Jika cadangan gas alam dapat diekstraksi secara komersial, itu dapat membantu negara tersebut mengurangi ketergantungan energinya pada impor dari negara-negara seperti Rusia, Iran dan Azerbaijan.
Analis industri mengatakan jumlah gas alam itu penting, tapi bukan “pengubah permainan” yang secara material akan mengubah keuangan Turki atau mengubahnya menjadi pusat energi regional.
Erdogan mengatakan Turki akan mempercepat operasi di Mediterania, meskipun ada perselisihan teritorial dengan Yunani dan Siprus karena sedang mencari minyak dan gas di perairan yang diperebutkan.
”Kami bertekad untuk menyelesaikan masalah energi kami. Kami tidak akan berhenti sampai kami menjadi pengekspor energi bersih,” terangnya.
Turki merupakan salah satu ekonomi terbesar di Timur Tengah, dan penemuan gas alamnya baru-baru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di perairan yang disengketakan di Mediterania timur.
Negara itu telah terperosok dalam sengketa teritorial dengan Yunani dan Siprus. Baik Jerman dan Prancis telah menyatakan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan kapal perang Prancis untuk sementara meningkatkan kehadiran mereka.
Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan awal pekan ini bahwa Uni Eropa sedang memantau kawasan itu dengan cermat. Erdogan mengatakan pada hari Jumat bahwa dia juga mengharapkan kabar baik dari kegiatan eksplorasi energi di Mediterania timur.
”Pertanyaannya sekarang adalah seberapa banyak dari gas ini dapat diperoleh kembali,” Jonathan Lamb, analis minyak dan gas senior di Wood & Co, bank investasi Ceko, mengatakan kepada Bloomberg.
”Ini belum jelas. Apa yang sebenarnya ingin diketahui oleh pasar juga adalah seberapa banyak mereka dapat memproduksi per tahun, tapi saya rasa mereka belum berada dalam posisi untuk mengatakannya,” tutupnya. (oke/sep)











Komentar