oleh

Ribuan Ikan Mati, Nelayan Desak Bentuk Tim Pencari Fakta

BATUBARA – Ribuan ikan yang mati di laut Batubara, tepatnya di Pantai Datuk, Desa Kuala Indah Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut.

Zulfahri Siagian SE selaku Ketua HNSI Sumut beserta unsur pengurus melakukan investigasi ke pantai Datuk, Jumat (23/04/2021) bersama Ahli Hukum HNSI Sumut Ibeng Syafrudin Rani SH.

Baca Juga:   KIARA Kecam Aksi Brutal Polairud Makassar

Kepada poskotasumatera.com Zulfahri mengatakan, sangat prihatin dan kecewa atas matinya ribuan ikan di pantai Datuk Kabupaten Batubara beberapa waktu lalu itu.

Pihak HNSI melakukan investigasi langsung karena berkeyakinan kalau ikan-ikan tersebut mati bukan karena bunuh diri massal. Tentu ada penyebab lain.

“Kami yakin, ikan-ikan tersebut mati bukan karena bunuh diri massal. Tentu ada penyebab lain,” kesal Fahri.

Baca Juga:   Reforma Agraria Tuntaskan Masalah Kemiskinan

Berdasarkan pengamatan, di sekitar pantai Datuk ini banyak terdapat pabrik. “Diduga, pabrik-pabrik ini yang mencemari laut ini,” keluhnya.

Dia menegaskan nelayan sangat dirugikan dengan matinya ikan-ikan di sepanjang pantai Datuk itu.

Zulfahri menambahkan, HNSI Sumut akan berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumut untuk segera membentuk tim pencari fakta agar kejadian ini bisa terungkap.

Pihaknya juga minta DLH memeriksa seluruh perusahaan di sekitar pantai Batubara, apa sudah memenuhi standar lingkungan hidup dalam pengelolaan limbahnya.

Baca Juga:   Sudah Beristri Tiga, Sutrisno Gagahi Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur

Plt Kadis Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Batubara, Azhar MPd ketika menyatakan, pihaknya masih menunggu hasil pengujian ikan yang mati di laboratorium terlebih dahulu.

Kapolres Batubara, AKBP H Ikhwan Lubis SH MH mengatakan, pihaknya sedang melakukan proses penyelidikan untuk mengetahui penyebabnya. (PS/DIAN)

Komentar

Berita Lainnya