oleh

Bukit Permisan Dikenal Akan Tanaman Obat Tradisional, Sekar Kinanti Lakukan Ini

TOBOALI – Kabupaten Bangka Selatan selama ini dikenal karena Taman Wisata Alam, Bukit Permisan dan Bukit Batu Kepale, di barat desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba,  yang menyimpan goresan prasejarah.

Selain itu, kini juga dikenal karena tumbuh-tumbuhannya yang banyak mengandung obat-obatan tradisional.

Kelebihan itu menarik perhatian seorang mahasiswi Universitas Bangka Belitung (UBB), Sekar Kinanti, melakukan studi mencari dan mengumpulkan data tentang obat herbal.

Menurut mahasiswi semester Lima (5) jurusan Agroteknologi UBB ini, informasi tentang kekayaan dan kelebihan Bukit Permisan serta Bukit Batu Kepale berawal dari rekan mahasiswa senior.

Baca Juga:   Obat Corona Ternyata Belum Ada, Guru Besar UGM: Manfaatkan Saja Herbal

Sang senior merekomendasinya untuk penelitian tanam obat-obatan herbal tersebut.

“Khususnya di Bukit Nenek dan Bukit Batu Kepale. Selain itu dari Mapala UBB,” kata Sekar, Minggu (22/8/2021).

Sekar Kinanti mengungkapkan, tujuan penelitian ini untuk pengambilan data tumbuhan yang bisa dijadikan obat herbal, terutama yang berada di kawasan Bukit Nenek.

Selain itu kata mahasiswi kelahiran tahun 2000 ini, penelitian tersebut dilakukan karena UKM KOMPAS UBB bergerak di bidang alam bebas.

Baca Juga:   Ratusan Petani Mulai Manfaatkan Lahan Terantar di Desa Jeriji

Adanya sumber data tersebut bisa dijadikan acuan atau referensi baik untuk internal maupun eksternal.

Sekar Kinanti dalam penelitian ini tak sendiri. Ia didampingi rekannya sesama mahasiswa UBB, Risman dan Pendi, seorang dari pemerintahan desa Gudang.

Sekar menjelaskan, penelitian ini juga sebagai pengambilan divisi di UKM KOMPAS UBB yang biasa disebut pengembaraan.

Baca Juga:   Pemkab Basel Rekrut 254 CP3K Khusus Guru Kategori Dapodik

Kegiatan ini sebagai syarat untuk melanjutkan tahap dari Anggota Tetap menjadi Anggota Tetap Penuh.

“Tindaklanjut dari kegiatan ini akan dibuat laporan sebagai sumber data tumbuhan obat di Bukit Nenek sehingga bisa dijadikan referensi untuk kegiatan berikutnya,” jelas Anak pertama dari 4 bersaudara ini.

Di akhir perbincangan Sekar Kinanti menambahkan, penelitian ini di lakukan selama tiga hari yakni Sabtu hingga Senin (21 -23/8/2021). (Okeyboz)

Penulis: Kulul Sari/Editor: Adityawarman.

Komentar

Berita Lainnya