oleh

Wacana Jalan By Pass Antarprovinsi Kaltim-Kaltara tak Terdengar Lagi

TANJUNG REDEB – Sejak rapat pembahasan pada 2018 hingga kini kabar mengenai rencana pembangunan jalan by pass Berau-Bulungan seperti tak terdengar lagi.

Sebelumnya sudah ada kesepakatan dua kabupaten, dan dua provinsi, serta keterlibatan pusat untuk proyek ini. Selama pandemi gaung wacana tersebut seperti hilang.

Sebagai dua kabupaten perbatasan antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Kabupaten Berau dan Bulungan sempat terlibat aktif dalam rencana pembangunan bypass ini.

Dua wilayah bertetangga ini memiliki keterikatan dari banyak aspek kehidupan terutama ekonomi.

Pasokan kebutuhan umum masyarakat Bulungan juga banyak yang masuk melalui pintu pelabuhan di Berau.

Oleh karena itu kemudahan dan kelancaran akses kedua kabupaten menjadi salah satu jaminan kelancaran.

Baca Juga:   Selembar Surat dari Gubernur Kaltara Disebut Hoaks

Sebelumnya, telah dibahas bersama antara Pemprov Kaltim dan Kaltara.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Junaidi menyatakan pihaknya pernah diundang saat studi kelayakan dari wacana tersebut.

“Tetapi memang ini merupakan wacana lama yang melibatkan kabupaten dan provinsi serta pusat, apalagi status jalannya kan jalan nasional, namun saat ini belum ada kabar terbaru,” katanya.

Kemungkinan rencana besar ini tersisih sementara karena kondisi pandemi. Apalagi, menurutnya, merupakan kegiatan besar dengan pendanaan yang juga pasti besar.

“Itu posisinya jalan nasional, juga jangka panjang. Jadi memerlukan proses untuk realisasinya. Tapi memang, kami sementara ini belum ada info terbaru baik dari provinsi maupun pusat,” ujarnya.

Baca Juga:   Pangdam VI/Mlw Puji Hasil TMMD Ke-111 Kodim 0904/Psr

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, Taupan Madjid menyatakan, teknis kegiatan bukan merupakan kewenangan mereka melainkan Dinas Pekerjaan Umum.

Akan tetapi pihaknya tetap terlibat dalam sistem perhubungannya. “Mulai dari marka, rambu, serta beberapa detail, kita terlibat di dalamnya. Memang wacana ini sudah lama bergulir,” katanya.

Bahkan rencana ini sudah ada sejak dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Berau.

Taupan juga mengemukakan, Pemprov Kaltara tidak hanya terlibat dalam gagasan jalan bebas hambatan tersebut, tetapi juga menggagas jalur pendekat lainnya ke Berau.

“Seperti jalan dari daerah tanah Kuning ke Berau, tembus jalan di Kampung Tanjung Batu yang tujuannya juga sama untuk meningkatkan kelancaran transportasi dan mendorong pergerakan ekonomi masyarakat kedua kabupaten,” katannya.

Baca Juga:   Terus Berinovasi, Dandim 0906/Kkr Dianugerahi Predikat Tokoh Inovatif

Untuk percepatan, tentu membutuhkan sinergi kedua kabupaten dan kedua provinsi agar sama-sama berjuang ke pusat.

Taupan juga menyadari, di masa pandemi saat ini ada banyak pergeseran anggaran mulai dari pusat hingga ke daerah.

Sehingga untuk Kaltara saat ini masih fokus pada penataan jalan yang masuk wilayahnya.
.
Hal itu bisa dilihat dari mulusnya jalan penghubung Berau-Bulungan yang ada di wilayah kaltara saat ini.

Hanya ada beberapa titik yang menurutnya masih perlu peningkatan lagi di wilayah kabupaten Berau.

Hal itu diketahuinya karena hampir setiap pekan menempuh perjalanan Berau-Bulungan saat akhir pekan. (as/beb)

Komentar

Berita Lainnya