oleh

Sabar! Tahun Ini Tradisi Bau Nyale Ditiadakan

PRAYA – Masyarakat Lombok Timur, khususnya pencinta Bau Nyale, harus menahan hasratnya menikmati cacing laut (nyale) yang dikenal bergizi tinggi itu. Pasalnya, kegiatan menangkap nyale  tahun ini ditiadakan.

Keputusan ini diambil melalui rapat koordinasi antara Pemerintah Daerah, Tim Satgas Covid Kabupaten, Pimpinan OPD terkait, Camat Jerowaru, beserta beberapa Kepala Desa di wilayah selatan.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik, menegaskan, seluruh even sosial kemasyarakatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa, untuk sementara tidak diizinkan guna mencegah penularan covid.

“Kami akan melaksanakan langkah sosialisasi yang masif pada minggu-minggu ini. Kami juga akan menggelar operasi penyekatan di pintu masuk Kecamatan Jerowaru sejak 5 hari sebelum pelaksanaan bau nyale,“ ujarnya, Jum’at, 22 Januari 2021.

Baca Juga:   Polisi Tangkap Bandar Narkoba dan Dua Perempuan Pemilik Sabu

Selain itu, dia juga sudah meminta Pemerintah Kecamatan Jerowaru beserta Kepala Desa Seriwe dan Kwangrundun untuk membongkar lapak yang sudah didirikan warga di lokasi bau nyale.

“Jika ditemukan masyarakat yang melakukan kegiatan menangkap nyale, akan kami bubarkan. Baik yang lewat jalur laut maupun jalur darat,” kata dia.

Sekretaris daerah sekaligus Satgas Covid-19 Lombok timur itu menambahkan, dalam menghadapi situasi pandemi, langkah pencegahan lebih baik daripada mengobati.

Baca Juga:   Ratusan Terduga Preman Ditangkapi di Lombok Timur

“Pekerja migran Indonesia yang baru pulang dari luar negeri saja, saat ini kembali kita kawal dari perjalanan sampai rusunawa untuk menjalani karantina,“ pungkasnya.

Camat Jerowaru, H. Mustiarep, mengatakan, mulai Sabtu (23/1/2021) pihaknya bersama aparat keamanan melakukan patroli untuk sosialisasi.

Selanjutnya memasang banner imbauan di beberapa titik strategis, termasuk di lokasi bau nyale.

“Jika masih ada warga sekitar yang memaksakan menangkap nyale, kami akan tegur dan bubarkan. Intinya tidak boleh ada kegiatan apa pun,“ ujarnya.

Pekan lalu, masyarakat wilayah Selatan Lombok Tengah (Loteng) sepakat tetap menggelar tradisi Bau Nyale pada 3-4 Maret 2021, dalam protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga:   Komplotan Pembobol Rumah Gasak Kulkas Hingga Kasur

Demikian kesimpulan Sangkep Warige yang dinisiasi organisasi kepemudaan Blok Pujut, Loteng, Sabtu (16/1/2021).

Sangkep adalah rembukan atau musyawarah warga untuk menentukan Warige, yakni tata cara perhitungan mencari hari baik untuk memulai suatu.

Sangkep Warige yang dilaksanakan di Kampung Sasak Ende, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut itu bertujuan untuk menentukan tanggal, hari dan bulan pelaksanaan Bau Nyale tahun ini.

Kata Bau berasal dari Bahasa Sasak yang berarti menangkap, sedangkan Nyale berarti cacing laut yang hidup di lubang-lubang batu karang di bawah permukaan laut. (zin/red)

Komentar

Berita Lainnya