oleh

Pemerintah Diminta Waspadai Kelangkaan Pupuk di Aceh Utara

LHOKSEUMAWE–Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe– Aceh Utara,  meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, mewaspadai kelangkaan pupuk. Hal ini selaras dengan mulai dibajaknya sawah secara serantak di kabupaten yang memiliki 27 kecamatan itu.

“Masa tanam baru diprediksi akan meningkatkan kebutuhan pupuk bagi petani di Kabupaten Aceh Utara, yang diproyeksikan pada Minggu ke 4 bulan November hingga pertengahan Desember mendatang,” kata M Atar, Ketua HMI Lhokseumawe-Aceh Utara, kepada Rakyat Aceh, Minggu (22/11).

“Untuk itu HMI berharap pemerintah mewaspadai kelangkaan pupuk agar tidak terjadi hambatan bagi petani di Aceh Utara,“ pintanya.

Baca Juga:   Ketua DPR Minta Pemerintah Atasi Kelangkaan Pupuk di Masa Tanam

Melihat kejadian musim tanam yang lalu, ungkap M Atar, terjadi kelangkaan pupuk di pasaran sehingga petani kewalahan memperoleh pupuk untuk menyuburkan tanaman yang berimpliasi pada hasil panen petani.

“Saat ini sebagian besar wilayah Aceh Utara sudah mulai musim tanam baru yang seyogianya membutuhkan pupuk baik itu pupuk urea, NPK, maupun pupuk kompos,” tutur M Atar.

Senada dengan itu, HMI berharap pemerintah sigap mewaspadai kelangkaan pupuk. Tak hanya itu, HMI juga berharap agar penimbunan kebutuhan petani itu harus ditindak tegas.

Baca Juga:   Ketua DPR Minta Pemerintah Atasi Kelangkaan Pupuk di Masa Tanam

“Membentuk tim kusus untuk menjamin kesediaan pupuk bagi petani. HMI  mengapresiasi langkah-langkah  konkret yang telah dilakukan pemerintah saat ini. Hanya saja harus terus ditingkatkan agar kelangkaan pupuk tidak berimbas pada petani,” kata M Atar lagi.

Saat ini, tambahnya, HMI menerima berbagai aspirasi masyarakat agar tidak terjadinya kelangkaan pupuk seperti tahun yang lalu. Bagi HMI ini harus direspon secara serius oleh pemerintah dikarenakan mata pencarian masyarakat Aceh Utara sebagian besar bersumber dari pertanian.

Baca Juga:   Ketua DPR Minta Pemerintah Atasi Kelangkaan Pupuk di Masa Tanam

“Untuk itu pemerintah harus menjamin ketersediaan kebutuhan pupuk bagi petani dan dapat dengan mudah mengakses pupuk di pasaran,” pintanya. Dirincikan, kebutuhan akan pupuk untuk petani Aceh Utara mencapai 16 ribu ton. Mengingat lahan pertanian sawah mencapai 40 ribu hektar lebih, pungkas Ketua HMI Lhokseumawe- Aceh Utara, M Atar. (ung)

Komentar

Berita Lainnya