oleh

Rayya Salsabila, Siswi MTs Negeri 2 Natuna Berhasil Hadapi 20 Negera pada Olimpiade Internasional

NATUNA – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, H Budi Dermawan, SAg, MSy memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Rayya Salsabila siswi Madrasyah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Natuna.

Aprersiasi dan penghargaan tersebut diberikan karena Rayya berhasil maraih rangking 19 dalam Olimpiade AIAMA WAPR 2021 Season 3 Tingkat Internasional yang diikuti peserta dari 20 negera.

Apresiasi dan penghargaan diberikan kepada para siswa-siswi berprestasi, dengan tujuan untuk memompa semangat belajar.

“Salah satunya Rayya Salsabila bisa mewujudkan suatu prestasi luar biasa, 20 negara itu pasti mengirimkan peserta yang terbaik,” ungkap H Budi Dermawan kepada koranperbatasan.com, grup siberindo.co di MTs Negeri 2 Natuna, Selasa (21/9/2021).

Menurut H Budi Dermawan, prestasi yang diraih Rayya Salsabila tentunya tidak terlepas dari bimbingan orang tua dan para guru.

Bahkan ada istilah yang menyebutkan buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, artinya sifat anak tidak jauh berbeda dari ayah ibunya.

Begitu pula degan istilah guru pahlawan tanpa tanda jasa. Seorang guru bukan hanya sebatas memberikan pelajaran ilmu, melainkan membimbing serta memberikan perhatian dan kasih sayang kepada murid-muridnya.

Baca Juga:   Pemerintah Diminta Manfaatkan Potensi Gas di Laut Natuna

“Terima kasih kepada orang tua dan para guru telah melahirkan generasi yang cerdas. Kepada Rayya Salsabila jangan berhenti dan puas dulu, kejar terus prestasi,” katanya.

Kepala MTs Negeri 2 Natuna, Samsu Nazaruddin SAg menyebutkan secara formal Rayya Salsabila bukan utusan resmi madrasah, melainkan dari keluarga.

Berhubung Rayya Salsabila juga merupakan siswi MTs Negeri 2 Natuna, tentu pihaknya memberikan apresiasi dan penghargaan atas prestasi yang diraihnya.

“Apa pun perlombaan maupun kegiatan, baik dari madrasah maupun luar madrasah, patut dibanggakan. Kami beri penghargaan supaya ke depan siswa-siswi itu tidak segan beraktivitas. Tidak hanya dari madrasah, bahkan keluarga, masyarakat atau organisasi yang baik,” katanya.

Menurutnya, Rayya Salsabila secara akdemik memang termasuk siswi aktif dan berprestasi. Mulai dari nilai pembelajaran yang bagus bahkan memegang juara umum di MTs Negeri 2 Natuna.

“Olimpiade ini tingkat internasional yang diikuti 20 negara. Tadi saya sempat tanya sama orang tua, sebenarnya pelaksanaan yang selanjutnya di Singapore. Tetapi karena pandemi Covid-19, maka melalui online,” jelasnya.

Atas prestasi yang diraih siswinya, Ia berharap pemerintah daerah  di samping memperhatikan sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, juga mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh madrasah di bawah Kementerian Agama, baik moril maupun materil.

Baca Juga:   Gerindra: Pertimbangkan Gibran Cawapres Karena Prestasi Bukan Karena Anak Jokowi

“Jika kedua lembaga mendukung, Insya Allah kedepan untuk madrasah akan maju,” tuturnya.

Ia juga berpesan kepada Rayya Salasabila harus tetap semangat dan berjuang sebisa miuungkin mengharumkan dirinya, keluarganya, madrasah, dan bahkan nama baik Kabupaten Natuna.

“Kalau dilihat sudah mewakili Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Benny Saputra, ST, MSi selaku orang tua dari Rayya Salsabila mengucapkan terima kasih kepada pihak Kementerian Agama Kabupaten Natuna dan MTs Negeri 2 Natuna, atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan kepada anaknya.

“Memang kegiatan ini di luar madrasah. Anak saya mengikuti kompetisi, kalau bahasa kita sempoa internasional, itu dikuti oleh 20 negara, peserta mungkin ribuan. Dari Indonesia lebih kurang lima sampai enam ratus,” katanya.

Kata Benny, rencananya kompetisi season selanjutnya akan dilaksanakan di Singapore, namun karena masih dalam masa pandemi Covid-19, besar kemungkinan dilaksanakan secara online.

“Memang baru 2021 ini, sudah 3 kali pelaksanaan. Season pertama dapat rangking 22, season kedua rangking 21, season ketiga hari Minggu, 19 september 2021 mendapat rangking 19 dari seluruh peserta,” katanya.

Baca Juga:   Tiga Siswa SMP IT Ulil Albab Finalis Olimpiade Nasional

Benny menjelaskan, Olimpiade AIAMA WAPR 2021 merupakan ajang kompetisi internasioanal. Mulai dari Negara Taiwan, Jepang, Amerika, Australia, Korea, dan lain-lain tidak menggunakan sistem gugur, melainkan rangking tertinggi dari peserta.

“Nanti ada lagi, rencananya season keempat bulan Desember, mudah-mudahan meningkat, Insya Allah,” tuturnya.

Diceritakan Benny, keberhasilan yang diraih oleh anaknya memang berawal dari dorongan orang tua. Dia mengikutsertakan anaknya dalam les privat, sehingga akhirnya menekuni.

“Mungkin orang sudah sempoa itu, hitungannya lebih cepat dari pada menggunakan kalkulator. Dari kecil sudah dibiasakan, bahkan tidak hanya ikut sempoa, begitu juga bahasa inggris, keagamaan, dan ruang guru,” katanya.

Bentuk ikhtiar yang dilakukan oleh Benny sebagai orang tua, dalam membekali anaknya dengan ilmu, diharapkan bisa menjadi motivasi bagi para orang tua.

“Memang semua perlu anggaran, kalau ada jangan sayang untu anak. Tugas kita seperti itu lah, membekali anak kita dengan ilmu, tinggal takdir lagi lah yang menentukan masa depan,” tutupnya. (KP)

Laporan : Amran

Komentar

Berita Lainnya