KUNINGAN – Pandemi Covid-19 mempengaruhi perekonomian terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Berdasarkan survey Lembaga Ilmu Pengatahuan Indonesia (LIPI) tahun 2020 tercatat 70 persen pelaku UMKM lmengalami penurunan penjualan dan keuntungan lebih dari 50 persen.
Seperti dilaporkan mimbar-rakyat.com grup siberindo.co, peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Soekarni menjelaskan, mayoritas atau 58,76 persen harga jual produk menurun.
Di sisi lain, biaya mengalami peningkatan. Rinciannya adalah bahan baku 45,07 persen, transportasi 23,41 persen, tenaga kerja 5,46 persen, dan lain-lain 44,33 persen.
Menurunnya omzet usaha di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, bagi sebagian pelaku usaha menjadi keluhan.
Bahkan tak sedikit pelaku usaha yang mengaku bermodal kecil, terpaksa menghentikan operasional usaha mereka sambil menunggu selesainya wabah ini.
Namun hal itu tidak membuat Eka Sisangka (40 tahun), warga Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, membuatnya patah arang.
Enterpreneur muda ini pun terus mencari peluang agar kesulitan ekonomi yang dialaminya bisa teratasi.
“Memang di saat pandemi Covid-19 ini, usaha depot air minum dalam kemasan dan jajanan anak yang saya geluti juga terdampak, dari usaha agen minuman, omzet turun drastis saat pandemi. Bahkan karyawan yang ada pun sebagian dirumahkan agar operasional perusahaan tetap berjalan,” kata Eka.
Diakuinya, saat pandemi Covid-19 daya beli masyarakat berkurang. Atas dasar itulah Eka bersama rekan seangkatan waktu sekolah, Ia mencoba melirik usaha penjualan kaos bergambar.
Ternyata, setelah digeluti dalam beberapa bulan ini, Eka merasakan ekonomi keluarganya bisa kembali bangkit.
Saat ini dia sedang promosi kaos “Kecil-Kecil Kuda Kuningan (K4),” produksinya memang tidak di sini tapi di Bandung.
“Alhamdulillah, sudah lebih dari 10 ribu potong kaos dan orderan konveksi lainnya yang dipesan masyarakat Kuningan, termasuk yang ada di perantauan,” ujarnya.
Dia menuturkannya, ide bisnis di tengah pandemi ini adalah bertema “Jajan Awet”. Eka berjasama dengan sahabatnya di perantauan, Ade Kurnadi.
Berawal dari membuat kaos khusus warga Desa Purwasari yang labanya untuk dana kegiatan organisasi pemuda desanya di perantauan, yakni P4 Jaya.
“Dari situ saya kepikiran membuat kaos Kecil-Kecil Kuda Kuningan ini yang bergambar kuda untuk warga Kuningan,” ujannya.
Kini Eka mengaku sedikit kewalahan oleh banyaknya pesanan. Saat ini Ia telah memiliki 100 reseler kaos K4 dari berbagi daerah.
“Alhamdulillah, sekarang sudah ada 100 reseller yang ada di tiap wilayah kecamatan di Kuningan. Ada juga reseller di luar kota seperti di Bekasi, Jakarta, Depok, dan Tangerang,” katanya.
Ia boleh mengaku bangga, sebab selain membuka lapangan kerja baru bagi warga lainnya, produk usaha pembuatan kaos berbahan katun Combed24S dengan sablon keren itu sudah sampai hingga Kepulauan Riau.
“Harganya boleh murah tapi tidak murahan. Yang bikin saya bangga Pak Bupati dan Wakil Bupati pun, kemarin sudah memakainya,” kata Eka. (Dien)











Komentar