oleh

LaNyalla Beberkan Lima Langkah Atasi Darurat Lahan Pangan

JAKARTA – Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti angkat bicara soal potensi darurat lahan pangan, khususnya lahan sawah di Indonesia.

LaNyalla mengatakan,  ada lima langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk segera mengatasi krisis lahan pangan tersebut. 

“Salah satunya dengan menghentikan alih fungsi lahan, utamanya di kawasan lahan pangan seperti pertanian, perkebunan dan perikanan,” tegas dia dalam keterangan resmi, Senin (22/2).

Selanjutnya,  melakukan rehabilitasi kawasan lahan pangan yang mengalami kerusakan. Rehabilitasi dimaksudkan agar lahan pangan tersebut dapat kembali berproduksi sesuai dengan fungsinya.

Baca:   Angka Kematian Melebihi 22.000, Mengapa? Ini Ulasan Zubairi

“Langkah berikutnya adalah pemerintah harus sesegera mungkin cetak lahan pangan baru. Indonesia ini begitu luas. Masih banyak wilayah yang bisa dimaksimalkan sebagai lahan baru untuk areal pangan, baik itu sawah, perkebunan maupun perikanan,” jelas LaNyalla.

Mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu juga meminta pemerintah melakukan identifikasi wilayah di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk memetakan mana wilayah produktif untuk pertanian, mana wilayah pemukinan, industri dan lain sebagainya.

Baca:   Dua Gol Zapata Selamatkan Atalanta

“Hal itu dilakukan agar kita memiliki pemetaan yang jelas mana wilayah yang bisa digunakan untuk pertanian, pemukiman, industri dan lain sebagainya dan mana wilayah produktif sebagai lahan pangan,” tutur dia. 

Terakhir, alumnus Universitas Brawijaya Malang itu melanjutkan, pemerintah perlu menetapkan lahan pangan abadi baik di perkotaan maupun pedesaan. 

Beberapa wilayah telah menetapkan kawasan lahan abadi. Senator Dapil Jawa Timur itu menilai lahan abadi perlu ditetapkan di seluruh wilayah di Indonesia agar pembangunan sektor non pertanian tak menggerus kebutuhan pangan masyarakat.

Baca:   Simak Pesan Ketua DPD RI Ke Menteri dan Wamen Baru

“Lahan pangan abadi ini penting, agar rencana pembangunan tidak membabi buta memberangus sektor-sektor yang menjadi hajat hidup orang banyak. Lahan abadi ini sebagai barrier atau pelindung agar lahan pangan tak tergusur pembangunan,” demikian LaNyalla. (sam)

Komentar

Berita Lainnya