oleh

Gibran Dituding, Gibran Membantah

JAKARTA – Kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) merembet ke mana-mana. Kini, nama Gibran Rakabuming Raka disangkut-pautkan dengan pengadaan kantong bantuan. Ia membantah.

“Saya tidak pernah merekomendasikan atau memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos ini. Itu berita yang tidak benar,” katanya, di Solo Senin (21/12/2029).

Sebelumnya, Gibran disebut-sebut merekomendasikan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) untuk mengerjakan pembuatan tas kain (goodie bag) bansos Covid-19.

Begitu kabar ini muncul, jagat twitter hiruk-pikuk oleh aneka komentar. Bahkan muncul hastag #tangkapanaklurah yang merujuk pada sosoknya.

“Kalau mau korupsi kok kenapa korupsinya baru sekarang, korupsinya nggak dulu-dulu. Nggak saya nggak pernah seperti itu,” kata Gibran kepada pers.

Baca:   Golkar Senayan: Arah Perekonomian Indonesia Ditentukan Keberhasilan Vaksinasi

Gibran aktif di media sosial, terutama twitter, satu akun bisnisnya @Chilli_Pari diikuti oleh lebih 330.000 akun netizen.

Kabar yang beredar, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengatur pembuatan tas bansos. Gibran diisukan memberikan rekomendasi kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk untuk membuat tas bansos.

Pihak Sritex membantah soal itu. “Tidak benar,” kata Head of Corporate Communication Sritex Joy Citradewi Senin (21/12/2020) sebagaimana dikutip detik.com.

Joy menegaskan, perusahaan yang bermarkas di Solo itu justru yang ditawari pihak Kemensos untuk memproduksi tas bansos. “Marketing kami di-approach oleh pihak Kemensos,” tegasnya.

Baca:   Hitung Cepat: Denny, Gibran, Bobby, Sementara Unggul

KPK menjerat Juliari Batubara, Menteri Sosial (sudah diberhentikan) sebagai tersangka dalam kasus korupsi bansos Corona.

Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai rekanan/vendor dari pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, yang dikait-kaitkan pada kasus ini menyatakan tak pernah berurusan dengan proyek pemerintah. Ia heran bisa disinggung di skandal korupsi tersebut.

Baca:   Wow, Kekayaan Putra Sulung Jokowi Mencapai Puluhan Miliar Rupiah

“Kalau mau proyek, ya proyek yang lebih gede, PLN, Pertamina, jalan tol itu nilainya triliunan. Saya nggak pernah seperti itu. Apalagi ikut campur seperti itu,” tambah dia.

Mengenai kabar yang menyatakan dana korupsi Mensos digunakan untuk pemenangan calon kepala daerah, Gibran mengatakan dana kampanyenya dalam Pilkada Solo bisa dicek dalam laporan yang sudah dia sampaikan ke KPU.

“Bisa dicek semua. LHKPN, dana kampanye, bisa dicek online. Silahkan dicek. Kami tak pernah menutup-tutupi,” kata dia.(*)

Komentar

Berita Lainnya