oleh

Guguran Awan Panas Capai Jarak 3,5 Km, Warga Tetap Beraktivitas 

LUMAJANG – Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Sabtu (19/3/2022) sore.

Jarak luncur guguran materi vulkanik ini sejauh tiga kilometer mengarah ke tenggara atau Besuk Kobokan.

Peristiwa ini merupakan gugura awan panas kedua yang tercatat sepanjang Sabtu itu.

Selama enam jam , tercatat sembilan kali letusan asap dengan ketinggian mencapai 700 meter dari puncak gunung.

Gunung semeru masih berstatus siaga atau level 3. Warga sekitar diminta untuk tetap waspada.

Baca Juga:   Trauma Erupsi 1994, Warga Turgo Pilih Ngungsi

Kondisi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu terpantau tenang. Data PVMBG dari situs magma.esdm.go.id menyebut, visual Gunung Semeru, Minggu (20/3/2022) pagi terlihat jelas dan asap kawah tidak teramati.

Data terbaru ini sesuai dengan pengamatan pada Minggu (20/3), sejak pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB.

Tercatat di Semeru terjadi 16 kali gempa letusan atau Erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 100-115 detik.

Tak hanya itu, terjadi pula satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 10 mm, dan lama gempa 200 detik.

Baca Juga:   Edarkan Sabu 200 Gram, Residivis Asal Ponorogo Dibekuk Polisi Lamongan

Cuaca di Semeru cenderung cerah hingga berawan dengan angin lemah ke arah selatan. Sementara suhu udara sekitar 21-23°C.

Sebelumnya, semburan awan panas sejauh 3,5 km itu mengarah ke Curah Kobokan dan Curah Lengkong.

Peristiwa itu terjadi Sabtu pukul 05.35 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu, dengan tinggi kurang-lebih 1.000 meter di atas puncak gunung.

Awan panas guguran yang terjadi hari ini bergerak hingga 3,5 kilometer. Saat ini, Gunung Semeru terpantau tertutup kabut tebal. Gempa juga masih kerap terjadi, baik tektonik maupun vulkanik.

Baca Juga:   Korban Terus Bertambah, Sudah 13 Meninggal, Puluhan Luka Bakar

Warga yang tinggal di daerah Besuk Kobokan dan Besuk Bang tetap beraktivitas meski kondisi Gunung Semeru fluktuatif.

Warga terpaksa harus melewati Besuk Kobokan sebagai alternatif menuju Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.

Sebab, jembatan Gladak Perak yang roboh akibat Erupsi yang terjadi Desember 2021 masih dalam tahap perbaikan. (*/Siberindo.co)

Berita Lainnya