oleh

Rumah Warga Rusak Berat Akibat Longsor, 8 Kampung Tergenang

CIABJUR – Tanah longsor yang terjadi pada Jumat lalu (19/3/2021) mengakibatkan dua rumah warga rusak berat. Longsor yang terjadi pada 14.30 WIB ini tidak berdampak jatuhnya korban jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menginformasikan lokasi terdampak berada di Desa Sukajembar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur.

Selain dua rumah warga rusak berat, tanah longsor berakibat 1 ruas jalan rusak berat dan ruas jalan lain tertimbun longsor.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Raditya Jati menyatakan, pihak BPBD setempat masih melakukan upaya darurat pembersihan material longsor.

Baca Juga:   Polisi Gali Lagi Makam Tuti dan Amelia untuk Autopsi Ulang

Jajaran BPBD mengidentifikasi potensi bahaya di sekitar longsoran dan melakukan kaji cepat kerusakan di lapangan.

Di samping itu, semua warga yang terdampak bencana sudah dievakuasi ke tempat yang aman.

Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan, Sabtu (20/3/2021) mengatakan material longsor tebing setinggi 12 meter.

Tidak hanya merusak rumah, jalan penghubung antar desa dan delapan kampung di wilayah tersebut, amblas terbawa longsoran tanah (Sabtu 20/3).

Akibatnya, untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan, namun tidak sampai membuat kawasan tersebut terisolir karena terdapat jalan alternatif.

Baca Juga:   Klasemen Sementara: Jawa Barat Kontingen Pertama Tembus 200 Medali

“Namun berkat upaya tim gabungan meski dengan alat manual sudah dapat membuka kembali akses jalan menjelang siang,” katanya.

Tidak hanya longsor, akibat hujan deras dengan intensitas lama, juga menyebabkan delapan kampung lainnya, terendam Banjir setinggi 100 centimeter.

Namun tidak ada laporan rumah yang rusak berat atau sedang, hanya seratusan rumah dilaporkan terendam.

Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi cukup lama pada Jumat siang.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang terpantau dari Info BMKG, kecamatan Sukanagara masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dua hari kemudian.

Baca Juga:   Banjir Rendam Jalan Trans Sulawesi dan Puluhan Rumah di Polman

Masyarakat diharapkan tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya susulan.

Berdasarkan analisis InaRISK, 29 kecamatan di kabupaten ini berpotensi tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi.

Salah satu kecamatan yaitu di Kecamatan Sukanagara. Luas bahaya pada sejumlah kecamatan ini seluas 159.044 hektar.

Sedangkan dilihat dari sisi risiko, jumlah populasi berpotensi terpapar bahaya tanah longsor pada tingkat kategori tersebut 342.984 jiwa. Populasi tersebut tersebar pada 29 kecamatan. (*)

Komentar

Berita Lainnya