KALTIM — Masih tingginya tingkat penularan Covid-19 di wilayah Kaltim menandakan anjuran pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19 belum sepenuhnya dilakukan masyarakat.
Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan angka kasus per 100.000 penduduk berada pada 466,0. Artinya dari 100 ribu penduduk terdapat 466 kasus terkonfirmasi.
“Jika angka kasus ini masih tinggi maka upaya-upaya yang dilakukan pemerintah akan terasa kurang maksimal karena tidak didukung penerapan protokol kesehatan dalam beraktivitas oleh masyarakat,” katanya kepada awak media, Kamis (19/11/2020).
Berdasarkan press release Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim , penambahan kasus terkonfirmasi positif masih cukup tinggi, yakni 171 kasus. Sehingga jumlah kumulatif terkonfirmasi positif menjadi 17.343 kasus.
“Penambahan kasus terkonfirmasi ini masih terjadi di sejumlah kabupaten/kota. Hanya Mahakam Ulu yang masuk zona hijau. Tim Satgas terus melakukan upaya-upaya pencegahan penularan Covid-19. Namun sekali lagi perlu dukungan penuh dari masyarakat dengan taat dan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” tegas Ishak.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kaltim ini menjelaskan salah satu upaya pemerintah memberikan pelayanan terbaik di fasilitas kesehatan rujukan atau tempat karantina Covid-19, sehingga pasien terkonfirmasi yang dirawat bisa sembuh.
“Angka kesembuhan trennya cukup baik, berada pada 84,9 persen dari terkonfirmasi. Hari ini pasien sembuh sebanyak 222 kasus atau totalnya menjadi 14.729 kasus. Tidak ada pasien yang meninggal dunia,” jelasnya.
Pemerintah melalui satgas provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa sampai tingkat RT (rukun tetangga) terus berusaha memutus rantai penularan Covid-19.
“Masyarakat diminta untuk taat dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Laksanakan 3 M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Mari kita bersama lawan Covid-19,” katanya. (mrf/beb)









Komentar