oleh

MSI dan PWI Sumbar Usulkan Tokoh Pers Indonesia (Djamaluddin) Adinegoro Jadi Pahlawan Nasional.

SUMBAR–Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Sumbar bersama PWI Sumbar satu suara untuk mengusung tokoh pers Indonesia, (Djamaluddin) Adinegoro, menjadi pahlawan nasional.

Dari tempat kelahiran Adinegoro, di kota Sawahlunto, provinsi Sumbar, pemerintah dan PWI setempat juga menyambut dengan sepenuh hati.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta, mendorong agar MSI dan PWI menyelenggarakan seminar tentang Adinegoro, dan menempuh langkah yang sesuai dengan aturan pemerintah dan Kementerian Sosial.

Rencana itu pula yang dipaparkan Ketua MSI Cabang Sumbar, DR. Wannofri Samry, ketika beraudiensi dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Sabtu malam (19/6/2021) di istana gubernuran, Padang.

Baca:   Gara-gara Protokol Kesehatan, Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar dicopot

Wannofri menyebutkan, nama Adinegoro sudah sejak lama dijadikan oleh PWI se Indonesia sebagai icon tertinggi dalam pemberian penghargaan untuk lomba kualitas produksi berita, feature, berita investigasi antar wartawan media cetak, elektronik, dan wartawan media online.

“Untuk mengusulkan calon pahlwan nasional, akan kita lanjutkan pelacakan jejak perjuangan Adinegoro dalam perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia di berbagai kota melalui tulisannya mencerdaskan kehidupan bangsa,” paparnya. Dikatakan, MSI juga minta dukungan Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

Sementara Ketua Komisariat MSI Kota Sawahlunto, Adrial, menambahkan pihaknya tengah menyiapkan seminar di tingkat Kota/Kabupaten di Sawahlunto tentang pengusulan Adinegoro sebagai Pahlawan Nasional nantinya.

Baca:   Mike Pompeo Segera Menghadap Jokowi, Ada Apa?

Bagi Gubernur Sumbar, Mahyeldi, semua perjuangan yang dilakukan tokoh-tokoh Sumbar, dalam membela kemerdekaan Republik Indonesia layak untuk dicatatkan kembali agar nilai-nilai kepahlawanan itu bisa diwariskan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi juga mengulas tentang arti Perang Kamang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar pada awal 1900-an.

Menurutnya, catatan sejarah perjuangan anak bangsa itu patut untuk diajarkan di sekolah agar generasi penerus bangsa mengenang jasa para pahlawan sendiri.

“Jangan sampai generasi penerus bangsa ini melupakan nilai-nila bela negara sekaligus patriotisme dan jiwa nasionalisme dari para pahlawan mempertahankan kedaulatan negaranya,” ujar orang nomor satu di Provinsi Sumbar.

Baca:   Serap Energi Covid-19, Kelompok UnTie Gelar Pameran Seni Rupa Virtual '11.11.20 di Era Pandemi'

Ketua MSI Cabang Sumbar, Wannofri Samry, mengulas bahwa program kerja kepengurusan yang dipimpinnya adalah seminar PDRI serta menyusun ensiklopedi Minangkabau modern nantinya.

Agenda yang disusun kepengurusan MSI Cabang Sumbar juga bakal didukung stakeholder lainnya, termasuk Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat.

Terakhir, Gubernur Mahyeldi berpesan kepada segenap stakeholder, termasuk MSI Cabang Sumbar agar lebih fokus dalam mendokumentasikan catatan sejarah di daerah Provinsi Sumbar. (*)

Komentar

Berita Lainnya