KOBA – Super tim jahe merah Bangka Tengah berterima kasih atas dukungan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman pada program budi daya jahe merah, hingga mendapat dukungan KUR dari Bank Sumsel Babel.
Gubernur Erzaldi terus mengajak para petani Babel mencapai mimpi meningkatnya pendapatan ekonomi ibu-ibu rumah tangga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Babel.
Bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, para koordinator desa, PPL (Penyuluh Pertanian), dan dinas terkait seperti dinas pertanian dan ketahanan pangan terus mendorong komoditi jahe merah.
Jahe merah merupakan tanaman yang tidak sulit dalam budidayanya untuk dikerjakan sebagai sampingan tetapi serius.
“Gubernur Babel lahir dan batin mendukung kami dan selalu memberikan arahan-arahan sehingga terlaksanalah program ini,” kata Agus Supriono, Direktur PT Berkah Rempah Makmur.
Tiga bulan terakhir tim ini terus sosialisasikan kepada masyarakat untuk persiapan media tanam.
Kemudian berkoordinasi dengan semua pihak, khususnya Bank Sumsel Babel untuk mempersiapkan program KUR, hingga Rabu (17/03/2021) sudah dapat dilaksanakan.
Dari dokumen yang disiapkan para petani jahe merah, sebanyak 400 petani dari 13 Kelurahan yang meliputi 125 orang ibu rumah tangga dan 268 orang profesi lain, memulai penanaman budi daya jahe merah pada bulan Maret dan pertengahan April 2021.
Hal itu dilakukan setelah PT Berkah Rempah Makmur bersama PT Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung menandatangani Kesepakatan Bersama Pengelolaan Keuangan dan Pelayanan Jasa Perbankan Serta Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tanaman Jahe Merah.
“Semoga amanah ini bisa kita jalankan dengan baik,” ungkap Agus sambil kembali berterima kasih terutama kepada para pihak yang juga mendukung mereka, Bank Sumsel Babel.
Dikatakannya juga, tim persiapan budi daya jahe merah selama ini tidak mengenal waktu.
Lebih dari tiga bulan berjibaku hingga program KUR di Babel siap mendukung mereka. “Tanpa kalian, tidak ada program KUR ini,” ungkapnya.
Gubernur Erzaldi menyatakan, kebutuhan jahe merah yang sudah memiliki pasar, kurang lebih 350 sampai dengan 500 ton per bulan.
“Bayangkan jika satu rumah ini 300 polibek, setidaknya 3-5 kg per polibek bisa dihasilkan,” ungkapnya.
Erzaldi menambahkan, observasi sudah dilakukan sejak 6 bulan yang lalu tentang kecocokan komoditi ini di Babel, dan bisa dimanfaatkan untuk menghadirkan kekuatan ekonomi yang sesungguhnya bagi masyarakat.
“KUR, khususnya untuk jahe merah dapat dilaksanakan oleh PT Berkah Rempah Makmur. Bangka Tengah bahkan mendapat kesempatan untuk membuka pabrik pengelolaan jahe merah, di Desa Lubuk, Bangka Tengah,” ujarnya.
Dukungan Bank Sumsel Babel
Bank Sumsel Babel pada Februari 2021 lalu mendapat amanah baru terkait KUR sebanyak Rp550 miliar.
Dari jumlah itu, Rp100 miliar telah terealisasi, Rp15 miliar diantaranya terealisasi di Bangka Belitung.
Cukup banyak potensi di Babel, mulai dari jahe merah, porang dan UMKM yang dapat memanfaatkan program KUR ini.
“Instruksi saya kepada para kepala cabang, untuk mendukung dan membantu segera program Gubernur Erzaldi,” ujar Ahmad Syamsuddin, Direktur PT Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.
Dia menyatakan kesiapannya untuk mendukung program budi daya jahe merah dan turunannya, hingga potensi kunjungan desa wisata jahe merah.
Bank Sumsel Babel juga terus mendorong program digitalisasi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk transaksi non tunai baik pada pemerintah daerah maupun pada masyarakat. (*/cr8)
sumber : babelprov.go.id











Komentar