oleh

Kesal Dengan Cara Bidden Tangani Konflik Israel-Palestina, Pejabat AS Mundur

Seorang wanita Palestina berdebat dengan polisi perbatasan Israel di Tepi Barat. (Mohammad Torokman/Reuters)

JAKARTA – Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mundur pada Rabu malam karena kesal dengan cara Presiden Joe Biden menangani konflik Israel dan Palestina.

Josh Paul, yang bertanggung jawab dalam transfer senjata selama lebih dari 11 tahun di Biro Urusan Politik-Militer, mengumumkan pengunduran dirinya dalam surat setebal dua halaman yang membahas alasannya mengundurkan diri.

Baca Juga:   Kesal Tidak Ditemui Bupati, Massa Demo Segel Pintu Masuk Pemkab Lamongan

Paul menjelaskan keputusannya didasari keyakinan bahwa pendekatan AS dalam konflik tersebut, khususnya soal penyediaan senjata mematikan, telah mencapai titik di mana dia tidak lagi dapat mendukungnya.

Menurut Paul, penyediaan senjata oleh AS ke Israel terus berlanjut, bahkan diperluas dan dipercepat.

“Saya tidak lagi bisa mendukung kebijakan ini,” kata dia, merujuk pada dukungan pemerintah Biden pada Israel dalam merespons serangan Hamas pada 7 Oktober.

Paul menegaskan serangan Hamas terhadap Israel adalah tindakan yang mengerikan, namun serangan balasan Israel yang didukung AS akan memperburuk konflik tersebut.

Baca Juga:   Kesal Tidak Ditemui Bupati, Massa Demo Segel Pintu Masuk Pemkab Lamongan

“Dukungan buta pada satu pihak akan merusak kepentingan kedua pihak dalam jangka panjang,” katanya.

Dalam pidatonya di Tel Aviv pada Rabu, Biden menyuarakan dukungan penuhnya bagi Israel.

“Kalian tidak sendirian. Kalian tidak sendirian,” katanya.

“Amerika Serikat akan selalu ada untuk kalian. Kami tahu bahwa serangan teroris baru-baru ini telah menyebabkan rasa sakit dan penderitaan yang mendalam bagi bangsa ini (Israel).”

Baca Juga:   Kesal Tidak Ditemui Bupati, Massa Demo Segel Pintu Masuk Pemkab Lamongan

Dalam surat pengunduran dirinya, Paul menyampaikan keinginannya agar orang-orang yang tidak bersalah, baik di Israel maupun di Palestina, dilindungi.

Pembunuhan dan penculikan warga sipil oleh kelompok teroris di Israel dan Palestina adalah tindakan yang bertentangan dengan upaya perdamaian, katanya.

Dia menambahkan bahwa hukuman kolektif, pembersihan etnis, pendudukan, dan kebijakan apartheid adalah musuh bagi perdamaian. (*)

Sumber: Anadolu

Berita Lainnya