oleh

Polres Karimun Gagalkan Pengiriman Tenaga Migran ke Malaysia Lewat Jalur Tikus

KARIMUN – Polres Karimun Polda Kepri mengungkap tindak pidana penempatan pekerja Imigran (PMI) ke luar negeri tanpa memenuhi persyaratan, Kamis (18/3/2021).

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan dalam gelar konferensi pers didampingi Kasat Reskrim Polres Karimun dan Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Joni, mengatakan, pekerja migran ini akan dikirim ke Malaysia melalui jalur tikus, sebelum diberangkatkan mereka berkumpul di salah satu rumah di Jalan Ranggam, Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing.

Baca:   Seorang Wanita Ancam Bakar Balai Kota

“Ke 12 pekerja Imigran ini merupakan warga Negara  Indonesia dari wilayah Pulau Jawa, Riau, NTB, dan Kepri dan berhasil kita gagalkan atas koordinasi Direktorat Kriminal Umum Polda Kepri dan kita gagalkan pada hari Selasa tanggal 16 Maret 2021 pada jam 15.00 WIB.

“Dari penggagalan ini kita berhasil mengamankan satu orang pelaku berinisial DR (49 tahun) yang menjadi perekrut, penampung sekaligus memberangkatkan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini dengan tarif Rp 4.0000.000 per orang. Pelaku rencananya akan memberangkatkan PMI ini dengan menggunakan kapal jenis boat mesin gantung miliknya sendiri.

Baca:   Sadis.. Wanita Renta Disiksa dan Dibunuh Anak Kandung dan Menantunya Sendiri

“Kita sudah koordinasi dengan pihak terkait. Dengan penggagalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara illegal ke Negara Malaysia, Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini nantinya akan kita kembalikan ke daerah asal masing-masing,” tambah Joni dari P4TKI.

“Pelaku DR kita jerat dengan Pasal 81 dan Pasal 83 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 Tahun dan denda 15 miliar rupiah,” kata Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan. (Keprionline.co.id karimun/jantua dolok saribu)

Komentar

Berita Lainnya