oleh

Pelaksanaan Protokol Kesehatan di Pemukiman Sangat Lemah

JAKARTA – Penerapan protokol kesehatan hanya ditemukan di perkantoran-perkantoran saja. Untuk di wilayah perumahan dan permukiman protokol Kesehatan masih sangat lemah. Hal itu yang menyebabkan meluasnya cluster perumahan yang terpapar Covid-19.

Ini juga yang menjadi ke khawatiran H. Nurhasan, SE, anggota Komisi D, DPRD Provinsi DKI Jakarta di masa pandemi ini. Protokol kesehatan yang berlaku di tempat-tempat umum efektivitasnya tinggi. Khususnya di DKI Jakarta. Namun, ia menekankan bahwa, protokol Kesehatan masih kurang efektif di tingkat cluster perumahan atau pemukiman warga.

Menurut Nurhasan, dari hasil pengamatannya di lapangan, ia menemukan banyak di cluster pemukiman warga yang mengabaikan pentingnya tentang protokol Kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Pandemi ini masih berlangsung dan belum tau kapan akan berakhir. Artinya, masing-masing mesti patuh pada standar protokol kesehatan. Banyak ditemukan masyarakat yang tidak menjaga jarak dan tidak menggunakan masker saat berkumpul,” jelasnya menjawab telepon wartawan korandetak.com grup siberindo.co, Rabu (18/11/2020).

Baca Juga:   Pencegahan Covid-19 Tak Cukup Hanya dengan Pembatasan Pergerakan Orang

Saat ditanya upaya penyemprotan Disinfektan yang makin berkurang belakangan ini, Nurhasan mengaku penyemprotan Disinfektan kurang efektif dan akan lebih baik dan lebih efektif bersama-sama  melakukan prosedur Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Memakai Masker (3M).  (RV)

 

Komentar

Berita Lainnya