JAKARTA – Kasus positif Covid-19 yang ditemukan di perkantoran, khususnya dari instansi pemerintahan telah banyak merenggut nyawa pejabat.
Walau begitu, menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, sebenarnya sampai saat ini kluster penyumbang kasus terbanyak masih diduduki kluster rumah sakit.
“Namun jumlah kluster perkantoran makin lama, makin meningkat,” ungkapnya menjawab pertanyaan media dalam jumpa pers di Kantor Presiden, kemarin.
Wiku mengingatkan kembali pengertian kluster yaitu suatu konsentrasi atau kumpulan kasus di suatu tempat, karena terjadi penularan yang berasal dari lokasi tersebut.
Melihat kondisi saat ini, kluster perkantoran sudah ada lebih dari 5 orang kepala daerah dan pejabat publik yang meninggal karena Covid-19.
Untuk itu, karyawan baik yang ada di perkantoran maupun dalam perjalanan pergi dan pulang, harus betul-betul dicegah agar tidak terjadi penularan dan ditularkan dari kluster lainnya.
Saat ini, pemerintah sudah transparan terkait pada pejabat yang terkena Covid-19. Bahkan sudah banyak media yang memberitakan kasus tersebut.
“Ini merupakan bentuk transparansi publik dan tidak perlu terjadi stigma negatif kepada para pejabat publik, karena virus ini tidak mengenal jabatan, tidak mengenal umur dan tidak mengenal waktu. Ini terjadi di seluruh dunia,” jelasnya.
Ia meminta para pimpinan kantor dapat melindungi diri, saudara, kerabat, sejawat dan rekan-rekan kerjanya agar tidak terjadi korban lagi.
“Semua ini tergantung pada kita semuanya dalam mengubah perilaku dalam menjalankan protokol Kesehatan,” tandas Wiku. (ask/sam)











Komentar