oleh

Di Bontang, Lebih Banyak Pasien Isoman ketimbang Dirawat di Rumah Sakit

BONTANG – Jumlah pasien Covid-19 di Bontang terus meningkat. Anggota DPRD Bakhtiar Wakkang mengingatkan Satgas agar memaksimalkan pendataan, yang melakukan isolasi mandiri (Isoman).

Hal ini disampaikan politikus Partai NasDem itu untuk memastikan pasien menjalani Isoman dengan baik.

“Didata dengan teliti. Jangan sampai hanya karena persoalan telur satu butir, mereka terpaksa keluar rumah. Ini sangat berisiko bagi pasien (Isoman) dan orang lain,” katanya kepada DETAKKaltim.Com group Siberindo.co, Jumat (16/07/2021) malam.

Baca Juga:   Lebih dari 1470 Pelaku Usaha di Ambon Ikuti Vaksinasi Massal

Tidak hanya itu, pria yang karib disapa BW itu menjelaskan, visitasi berkala kepada seluruh pasien harus berjalan.

Dengan demikian, saat terjadi keadaan darurat tindakan medis dapat cepat dilakukan.

Ia menyebut, untuk mencegah penyebaran Covid-19 utamanya transmisi lokal tidak cukup hanya sebatas memberlakukan penyekatan jalan.

“Harus memastikan pasien Isoman tetap di rumah dan dipenuhi kebutuhannya, sembari melacak potensi penyebaran dari kontak erat. Ini jauh lebih mendesak dilakukan,” katanya.

Baca Juga:   Dewan Minta Pemerintah Tegas Terapkan Prokes di Libur Natal dan Tahun Baru

Dia juga mengapresiasi masyarakat yang sejauh ini tampak terbangun solidaritasnya, untuk saling mambantu sesama warga.

Menurutnya, garda Isoman yang sudah terbentuk dari tingkat RT, Kelurahan dan Kecamatan pun dapat dimaksimalkan untuk mempercepat setiap program penanganan Covid-19.

Data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dirilis 16 Juli 2021, pasien positif Corona di Bontang lebih banyak menjalani isolasi mandiri daripada dirawat di rumah sakit (RS).

Baca Juga:   Kemensos Pastikan Program Bansos Tetap Berjalan 

Dari 1.632 total kasus aktif, 211 orang menjalani perawatan dan 1.421 lainnya menjalani isolasi. (SY)

Editor  : Lukman

Komentar

Berita Lainnya