MAJENE – Sejumlah relawan di Kabupaten Majene, melakukan pelatihan bercocok tanam bagi korban gempa yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Salah satunya dari relawan Lentera Perempuan Indonesia.
Seperti yang terlihat pada salah satu pengungsian di Desa Mekatta, Kecamatan Malunda.
Kegiatan bercocok tanam dilakukan para relawan dan warga korban gempa dengan membuat petak-petak kecil di depan tenda pengungsian masing-masing.
Tanaman yang dibudidayakan, berupa sayuran seperti bayam, kangkung dan lainnya.
Selain bertujuan meningkatkan ketahanan pangan, kegiatan diharapkan dapat menciptakan kemandirian warga korban dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, khususnya selama berada di pengungsian.
Harapannya, ada ketahanan pangan dan kemandirian dalam pemenuhan gizi keluarga sejak berada di lokasi pengungsian.
“Apalagi mie instan yang dikonsumsi selama ini, berdampak bagi kesehatan, utamanya anak-anak yang mulai gatal-gatal,“ kata salah satu relawan Retno Dwi Utami, kepada Paceko.com grup Siberindo.co, Rabu (17/02/2021).
Diakui Retno, sejumlah kendala sempat dihadapi saat memulai kegiatan ini.
“Kendala saat itu adalah masalah air, hingga akhirnya kami sama-sama mencari sumber mata air bersih, dan Alhamdulillah itu bisa sampai di pengungsian,“ ungkapnya.
Melihat respon positif warga, Retno berharap kegiatan pemberdayaan ini mendapat dukungan pemerintah agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
“Semoga dinas terkait bisa membantu, salah satunya dengan menyediakan bibit. Kami siap mendampingi masyarakat penyintas gempa khususnya perempuan,“ imbuhnya.
Kawasan pengungsian yang berada di perbukitan tengah perkebunan sawit ini, didiami puluhan kepala keluarga. Ada 59 keluarga dari Dusun Aholeang dan 33 Dari Dusun Rui.
Para korban gempa di lokasi pengungsian ini mengaku enggan kembali pulang, lantaran kampung halaman mereka dianggap tidak aman lagi menjadi lokasi hunian.
Gempa bumi bermagnitudo 6,2 SKala Richter mengguncang Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Jumat (15/01).
Peristiwa ini mengakibatkan puluhan ribu warga mengungsi karena kehilangan tempat tinggal, ribuan warga menderita luka-luka, dan tercatat 107 tewas. (thaya/sur/red)











Komentar