oleh

Pandemi, Seniman Tehyan Berjualan Alat Musik di Bantaran Kali

SERANG–Berbagai negara mengalami ketidakstabilan di sektor ekonomi akibat krisis yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, tak terkecuali Indonesia.

Tidak hanya sektor industri, dampak pandemi corona atau Covid-19 juga membawa lara bagi mereka yang bekerja di industri seni dan budaya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Ditjen Kebudayaan, ada puluhan ribu seniman yang terdampak Covid-19, karena pembatalan pertunjukan dan festival seni.

Amung salah seorang seniman yang piawai memainkan alat musik tehyan yang merupakan alat musik tradisional khas betawi, ia terpaksa beralih profesi menjadi pedagang alat musik yang dimainkannya.

Baca Juga:   29.396 UMKM di Gorontalo Ambruk Selama Pandemi

“Sejak ada Covid-19, sudah hampir setahun saya jualan tehyan, selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga, saya juga ingin melestarikan budaya yang sudah turun temurun dikenal oleh masyarakat,” kata Amung kepada wartawan media ini, Rabu (17/0l2/2021).

Amung mengaku, sebelum adanya pandemi Covid-19, ia sering mengikuti pentas kesenian lenong betawi.

“Dulu saya panjak lenong, ikut di beberapa grup lenong, dan dulu masih lumayan sering banyak panggilan manggung. Sekarang sepi, apalagi sejak ada covid, jadi makin parah,” kata pria asal Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang itu.

Baca Juga:   Calon Penumpang Wajib Persiapkan Diri, Aturan di Bandara Lebih Ketat 

Amung menjelaskan, tehyan alat musik tradisional khas betawi buatannya itu, dijual dengan harga bervariasi tergantung ukuran. Dalam sehari, belum tentu ada yang terjual karena sepinya peminat dan kalah dengan hp.

“Tehyan ini saya buat sendiri, harganya tergantung ukuran, dari mulai yang paling kecil harganya Rp100 ribu sampai yang paling besar Rp250 ribu, tapi jarang yang beli, karena sekarang zamannya HP,” ungkapnya.

Baca Juga:   Latihan Persib di Tengah Pandemi, Robert Rene: Utamakan Keselamatan Pemain

Amung menjajakan alat musik tehyan di bantaran kali tepi Jalan Raya Teluknaga, dekat petigaan Pos Bojong Renged, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Serang.

Dengan sabar, pria paruh baya itu, menjejer dagangannya dengan seutas tali yang diikatkannya di antara pohon.

Untuk menarik perhatian, panjak lenong ini terus memainkan alat musik tehyan dengan pengeras suara seadanya.(mulyadi/fajarbanten.com)

Komentar

Berita Lainnya