MATARAM – Ekonomi global masih menjadi isu utama untuk dibahas. Sejak merebaknya pandemi Covid-19, praktis semua sektor terkena imbas. Termasuk industri pers tak luput mengalami.hal serupa.
Untuk membangkitkan rasa optimisme tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB merangkul berbagai pihak untuk membangun kembali perekonomian daerah yang mulai terpuruk.
Melalui Sarasehan Menakar Prospektif Ekonomi NTB 2021 dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PWI NTB 2020 dengan topik ‘Membangun Eksistensi dan Kepercayaan Diri Dunia Pers dengan Optimisme di Era Distruption 2021′.
Sarasehan yang dihadiri praktisi pers, perusahaan pers, beserta insan pers diyakini memiliki secercah cahaya ekspektasi pada tahun 2021.
Ketua PWI NTB Nasruddin mengakui, meski kecerahan sinar belum secemerlang yang diharapkan tapi setidaknya sesuai kebutuhan dan keinginan kalangan pers.
Ia memcontohkan terutama di sektor pertanian yang tidak banyak berpengaruh, tetap eksis meski dihantam pandemic Covid-19.
Pertumbuhan PDRB yang positif di sektor pertanian, terutama di daerah Nusa Tenggara Barat, sangat dirasakan oleh petani beserta komponen lainnya.
Berbeda dengan dunia pers, kata Nasruddin, justru terjadi sebaliknya. dunia pers porak poranda, terjun bebas, banyak perusahaan pers collap, bangkrut, bahkan tak sedikit perusahaan media memecat karyawannya, karena ketiadaan daya beli. Akibat denyut ekonomi yang makin tidak produktif.
“Kita prihatin, ada wartawan yang ikhlas menetap di rumah, tercatat juga wartawan rela mendapatkan gaji 50 persen. Pada masa pandemi Covid-19, dunia pers bersemangat memberitakan langkah progresif Pemprov NTB yang melaksanakan program JPS Gemilang,” papar wartawan senior RRI Mataram itu.
Diakui secara nasional langkah ini sangat membantu menjaga eksistensi denyut ekonomi masyarakat, sehingga mampu menekan inflasi. Insan pers sebenarnya berharap terobosan Pemprov NTB sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang memberikan stimulus kepada perusahaan pers atau komponen pers, termasuk dunia penyiaran dan online.
“Keinginan insan pers untuk mendapatkan stimulus hanya tersimpan dalam angan, karena Pemerintah Daerah tidak memiliki fiskal yang memadai,” jelasnya.
Nasruddin kembali menegaskan bahwa di era serba ketidakpastian ini, Dunia Pers harus berinisiatif mengambil peran dengan berekspansi dalam digital platform, mengoptimalkan kemampuan SDM senantiasa bersahabat dengan IT.
“Itulah salah satu jalan untuk mendapatkan secercah sinar pada tahun 2021, semakin cemerlang dan gemilang, seperti sinar mentari yang menghangatkan meski di musim dingin. Dunia Pers tidak ketinggalan dengan personalitas action di media sosial, maupun fasilitas lainnya seperti Youtube, mereka yang tidak kompeten dalam bidang jurnalistik saja mampu eksis seperti podcast, Youtuber, dan sebagainya,” paparnya.
Ketua PWI NTB itu mengajak semua pihak menyatukan visi dan persepsi dalam platform yang sama, seperti media online menyatu bekerja sama saling membuka link dan membuat satu stasiun (news room) seperti yang sudah dibangun SMSI melalui Siberindo.co.
“Ini sebuah contoh positif menghadapi era distruption. Atas dasar itulah, PWI NTB menggelar seminar, sarasehan, atau dialog besok, Jumat (18/12), yang menghadirkan narasumber yang sesuai dengan secercah sinar pada tahun 2021,” sebutnya.
OJK misalnya, lanjut Nasruddin, siap berbagi pemikiran dalam berinvestasi dengan tetap bersama-sama memerangi Investasi Bodong. IT banyak digunakan di kalangan milenial. Insan pers itulah yang dijaga, dan membantu Institusi ini, dengan memberitakan indikasi investasi bodong. Demikian juga dengan PT GNE.
Dijadikan narasumber karena BUMD ini justru eksis di masa pandemic Covid-19. Gagasan dan inovasinya inilah yang dilinierkan dengan dunia Pers. Demikian juga dengan Izart Husein, dalam fasilitas bisnis property, justru menjamin kesehatan wartawan supaya tidak kedinginan, tidak terkena panas matahari.
“Izat Husain akan menyiapkan kerjasama dalam pengadaan perumahan. Investasinya sudah disiapkan Bank NTB Syariah, yang menyediakan informasi tentang perkembangan perkreditan,” harap Nasruddin. (wr-dy)









Komentar