AMBON – Dua belas Sekolah Menengah Pertama (SMP) siap menerapkan metode Pembelajaran Tatap Muka (PTM) , hanya saja tergantung Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menyetujuinya.
Pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon mengatakan, hingga saat ini Walikota belum bisa memastikan kapan PTM diterapkan.
Disdik Ambon masih menunggu keputusan Walikota, dan tidak mau terburu-buru, karena takut penerapan PTM tidak sesuai rencana.
“Kami tidak mau paksakan Pak Walikota untuk secepatnya mengambil keputusan yang tergesa-gesa. Karena pasti hasilnya tidak akan bagus, ” ungkap Plt Kepala Disdik Ambon, John Sanders kepada info-ambon.com, grup Siberindo.co di Balai Kota, Rabu (17/11/2021).
Saat ini Disdik hanya menunggu. Tidak mau terburu-buru. “Kami harus tunggu keputusan Pak Walikota dengan pemikiran yang tenang. Itu untuk kebaikan kita semua,” katanya.
“Ada 12 Sekolah itu sudah kami sampaikan ke Pak Walikota. Sekarang kita di Dinas Pendidikan, saat ini hanya menunggu saja. Nanti Pak Walikota yang kabarkan kami, kapan bisa mulai PTM,” ujarnya.
Sanders katakan, pihaknya akan terus mendorong sekolah agar bisa mengikuti vaksinasi. Sebab, persyaratan utama untuk sekolah bisa menerapkan PTM capaian vaksinasi guru-siswa harus 80 persen.
“Ke-12 sekolah itu nanti langsung menjadi pilot project untuk pelaksanaan PTM. Dan kalau itu sudah dilakukan, pasti sekolah lain akan melihat, dan kemungkinan bisa mengikuti vaksinasi agar bisa PTM, ” tutupnya. (EVA)











Komentar