oleh

Ratusan Petani Mulai Manfaatkan Lahan Terantar di Desa Jeriji

TOBOALI – Ratusan Petani di Desa Jeriji Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan mulai membuka kebun kelompok, memanfaatkan lahan telantar di daerah tersebut.

Para petani ini tergabung dalam 25 Kelompok tani di bawah naungan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Hamparan Rizki.

Ketua Gapoktan Hamparan Rizki Desa Jeriji, Basri mengatakan, pihaknya bersama pengurus 25 Kelompok Tani (Poktan) telah musyarawah dan sepakat mengelola dan memanfaatkan lahan telantar di wilayah mereka untuk dijadikan kebun kelompok.

Baca Juga:   Cermin Toleransi dari Kelenteng dan Mesjid Jami Kota Muntok

“Kami sudah bermusyawarah dengan 25 kelompok tani di desa kami, dan hasilnya sepakat mengelola lahan terlantar di wilayah desa kami untuk dijadikan kebun kelompok,” kata Basri, Sabtu (16/10/2021) seperti dikutip Baselpos.com media grup Siberindo.co.

Untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut, kata Basri, ratusan petani bersama pengurus Gapoktan dan kelompok tani langsung mempersiapkan lokasi.

“Jadi, semangat petani ini menggebu-gebu untuk membuat kebun kelompok,” katanya.

Baca Juga:   Nikah Massal, Secara Bertahap 7000 Pasangan di Bangka Barat Disahkan

Hal ini juga dipicu maraknya penjualan lahan telantar yang belum dikelola tapi sudah diperjualbelikan oleh oknum masyarakat kepada oknum pengusaha.

“Makanya, daripada marak diperjualbelikan, petani sepakat melalui hasil musyawarah untuk menjadikan lahan perkebunan kelompok demi generasi petani yang akan datang,” kata dia.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan komoditas pertanian yang cocok dengan kondisi tanahnya.

Baca Juga:   Tingkatkan Pertanian, Gubsu Serahkan 4 Power Thresher Multi Guna ke Poktan

“Langkah awal kami siapkan lahan dulu. Setelah itu, kami akan koordinasi dengan dinas pertanian, tanaman apa yang cocok ditanam di lahan ini,” tutur Basri.

Bustami, seorang perwakilan petani di desa Jeriji berharap adanya dukungan pemerintah dalam membantu petani mengembangkan kebun kelompok tersebut.

“Kami berharap nantinya ada bantuan bibit, pupuk dan lain-lainnya dari pemerintah sebagai bentuk perhatian kepada petani,” katanya. (*)

Komentar

Berita Lainnya