oleh

Terdampak Banjir, Gereja Hati Kudus Yesus Pagaran Honas Sibolga Mulai Dibangun

SIBERINDO.CO – Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Pagaran Honas di Hamente, wilayah Keuskupan Sibolga, yang terdampak Banjir pada November 2025, kini mulai dibangun kembali. Peletakkan batu pertama pembangunan gereja ini dilakukan  A.M. Adiyarto Sumardjono.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh (Plt.) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik A. M. Adiyarto Sumardjono, Uskup Sibolga Mgr. Fransiskus, Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Bunyamin OSC, serta Ketua Badan Pembina Yayasan Karina KWI Mgr. Sudarso. Hadir mendampingi Direktur Urusan Agama Katolik Salman Habeahan.

Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya kembali harapan umat untuk memiliki tempat ibadah yang aman dan layak setelah bencana. Pembangunan gereja tersebut didukung melalui bantuan Kementerian Agama yang merupakan bagian dari total anggaran Rp28,9 miliar untuk pemulihan fasilitas keagamaan terdampak Banjir di wilayah Sumatra Utara dan Aceh.

“Bantuan itu tidak berhenti pada pembangunan fisik. Di balik setiap bangunan yang dipulihkan, ada kebutuhan umat untuk kembali beribadah, berkumpul, dan menjalani kehidupan dengan rasa aman,” ujar Plt Dirjen Bimas Katolik, Rabu (16/10/2026).

Dari Hamente, kunjungan Plt. Dirjen berlanjut ke sejumlah gereja Katolik yang terdampak bencana di wilayah Keuskupan Sibolga. Beberapa di antaranya mengalami kerusakan berat dan membutuhkan relokasi untuk pembangunan kembali.

Di setiap lokasi, Plt. Dirjen didampingi Direktur Urusan Agama Katolik melihat langsung kondisi bangunan dan mendengarkan kebutuhan umat. Pemulihan diarahkan agar tidak sekadar mengembalikan apa yang telah rusak, tetapi juga memastikan umat memiliki tempat ibadah yang lebih aman untuk digunakan dalam jangka panjang.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Seminari Menengah St. Petrus Keuskupan Sibolga. Di lembaga pendidikan calon imam itu, perhatian diarahkan pada keberlanjutan proses pendidikan yang juga terdampak kondisi lingkungan dan bencana.

Kementerian Agama memberikan dukungan untuk renovasi ruang kelas serta penataan parit dan saluran air agar lingkungan seminari lebih aman dari ancaman banjir.

Dari gereja hingga seminari, pemulihan berjalan dengan satu tujuan: memastikan kehidupan umat tidak berhenti karena bencana. Bangunan diperbaiki, lingkungan ditata, dan ruang pendidikan dipersiapkan kembali agar aktivitas masyarakat dapat berangsur normal.(***)

 

Berita Lainnya