oleh

TPS di Kebon Talo Tiru Pola Penanganan Sampah di Surabaya

-Tak Berkategori-

MATARAM – Tempat pembuangan sementara (TPS) yang ada di Kebon Talo, Kelurahan Ampenan Utara, sudah mulai dioperasikan sejak Minggu (14/3/2021) lalu. Sesuai rencana, operasional TPS ini berjalan lancar tanpa kendala.

“Semua petugas sampah kendaraan roda tiga sudah mulai membuang ke sini. Baik yang petugas dari DLH maupun dari lingkungan,” terang petugas Pengawas Sampah TPS Kebon Talo R Eko Adi Suhartanto kepada Lombok Post, Senin (15/3/2021).

Sekitar 23 kendaraan roda tiga secara bergantian datang membuang sampah ke TPS ini. Belum termasuk kendaraan lingkungan hingga warga yang datang langsung menggunakan sepeda motor membuang sampah. Namun, tidak ada penumpukan yang terjadi. Karena semua sampah yang datang langsung diangkut oleh amrol maupun truk yang standby di lokasi.

Sesuai skema awal, cara ini dilakukan menghindari TPS Kebon Talo menjadi lokasi tumpukan sampah. Agar tidak menimbulkan masalah baru bagi lingkungan sekitarnya.

“Sistemnya kami mengikuti di Surabaya. Itu kami tiru. Kalau di Surabaya bisa, maka itu mungkin bisa kami terapkan di Mataram,” terangnya.

Eko, sapaannya menjelaskan ada dua truk yang standby. Kemudian amrol siap dengan tiga kali pengangkutan. Sehingga begitu sampah datang, semua langsung dimasukkan ke dalam truk untuk diangkut menuju TPA Kebon Kongok. “Jadi tidak ada sampah yang mengendap di sini,” terangnya.

Hanya saja, baru dua hari beroperasi di TPS Kebon Talo, persoalan mulai terlihat. Misalnya ketika sejumlah warga Lombok Barat ada yang hendak membuang sampah ke TPS ini. “Ada dua orang dari wilayah Batulayar. Mereka mau buang ke sini tapi kami jelaskan TPS ini hanya untuk sampah warga Mataram,” bebernya.

Tidak hanya pagi, bahkan ada warga yang berniat membuang malam hari ke TPS ini. “Tapi kami mengawasi TPS ini 24 jam. Jadi kami standby di sini,” tandasnya.

Anggota DPRD Kota Mataram fraksi Golkar Rino Rinaldi mengapresiasi pemindahan depo sampah Ampenan ke TPS Kebon Talo. Ini menurutnya menjadi langkah awal keseriusan pemerintah menangani persoalan sampah. “Saya mengapresiasi itu. Apalgi saya lihat Hari Minggu lalu di TPS Kebon Talo para petugas sampah tetap bekerja. Luar biasa,” katanya.

Sehingga ia mengusulkan ada reward berupa kenaikan honor bagi petugas sampah. Ini sebagai bentuk motivasi agar petugas kebersihan semakin semangat bekerja. “Bila perlu ada reward bagi petugas sampah terbaik yang disiplin dan berprestasi diberikan hadiah umroh secara bergantian,” usulnya. (*/cr4)

 

Sumber : lombokpost.jawapos.com

Komentar