oleh

Lestarikan Bahasa Jawa Serang, Dindikbud Gelar Lomba Cerita Untuk SD dan SMP

KOTA SERANG–Guna melestarikan bahasa Jawa Serang di tengah pengaruh globalisasi dan perkembangan zaman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang menggelar lomba bercerita bahasa Jawa Serang, Rabu (16/2).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Dr Alpedi dalam sambutannya mengatakan, lomba bercerita merupakan upaya untuk melestarikan dan menjadikan indentitas bahasa kota serang.

“Karena di banyak tempat bahasa daerah itu semakin hari semakin luntur, terlebih bahasa sehari-hari yang dingunakan adalah bahasa Indonesia,” kata Alpendi.

Terlebih meerasa malu untuk mengunakan bahasa Jawa Serang di lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, kata Alpedi, pihaknya mengajak anak-anak kota Serang memperkenalkan bahasa Jawa Serang yang merupakan bahasa ibu yang harus dipertahankan.

”Salah satu medianya dengan cara lomba ini,” jelas Alpedi.

Seiring dengan majunya Kota Serang, tidak bisa dipungkiri pendatang akan semakin banyak ke kota Serang. Ia memastikan pendatang akan menggunakan bahasa nasional.

“Jika bahasa nasional terus yang diangkat, sementara bahasa daerah tidak disosialisasikan, lambat laun akan hilang,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata Alpedi, pemerintah kota Serang harus bisa mempertahankan bahasa tersebut, salah satunya melalui lomba cerita.

“Dengan demikian, kelak Bahasa Jawa serang ini dapat digunakan di keseharian setelah bahasa nasional,” ujarnya mengakhiri.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Evi Shofiyah Usman mengatakan, lomba cerita ini digelar setiap tahunnya.
“Lomba cerita ini tingkat SD dan SMP,” kata Evi.

Melalui kegiatan lomba cerita ini, masyarakat semakin paham dengan bahasa Jawa serang. Lomba cerita tersebut juga sebagai alat untuk mengevaluasi perkembangan Bahasa Jawa Serang di tengah-tengah masyarakat.

Bidang Kebudayaan tidak hanya melakukan lomba cerita, namun juga lewat puisi, menulis, dan lainnya.

Tidak hanya itu, agar budaya bahasa Jawa Serang tidak mengikis, Pemkot Kota Serang juga telah membuat Peraturan Walikota.

“Di tingkat SD dan SMP sudah masuk di muatan lokal, jadi harus diajarkan,” jelasnya.
Akan tetapi, katanya hal tersebut tidak akan bisa tercapai tanpa peran masyarakat, komunitas, dan karang taruna untuk melakukan bersama sama.

”Peran orang tua sangat dibutuhkan, walaupun orang tua menggunakan bahasa ibu (Jawa Serang) namun tidak bisa dipungkiri anak anak menggunakan bahasa Indonesia. Jadi peran ibu ini juga sangat dibutuhkan,” ujarnya mengakhiri.

Dalam lomba tersebut, juara tingkat SD diraih oleh SD Unyur, diikuti juara dua dari SD Gowok, dan juara dua diraih SDN Serang 11. (Haluanbanten)

 

Berita Lainnya