TASIKMALAYA–Kepolisian Resor Tasikmalaya, Jawa Barat, menetapkan seorang guru di salah satu pondok pesantren sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap santriwatinya sehingga menyebabkan korban mengalami gangguan psikis.
“Kami sudah menetapkan tersangka setelah dilengkapi alat-alat bukti,” kata Kepala Kepolisian Resor Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono saat jumpa pers pengungkapan kasus asusila di Polres Tasikmalaya, Kamis, 16 Desember.
Ia menyampaikan tersangka berinisial AS (48) seorang oknum guru yang melakukan tindakan asusila terhadap santriwatinya di salah satu pondok pesantren di Tasikmalaya wilayah selatan.
Tersangka, kata dia, berdasarkan bukti di lapangan telah melakukan perbuatan asusila terhadap tiga santriwati di bawah umur dengan modus pura-pura mengobati korban yang sedang sakit di asrama santri putri.
“Dilakukan pelaku saat korban sakit dan istirahat di asrama putri sendirian,” katanya dilansir Antara.
Ia mengungkapkan kasus itu bermula berdasarkan laporan masyarakat maupun korban, kemudian kepolisian melakukan pendalaman hingga akhirnya terdapat bukti dan menetapkan seorang tersangka. (*)








