oleh

DPR: Prokes Wajib Diterapkan Secara Serius Cegah Kenaikan Covid-19 di Libur Natal

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo menuturkan untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19 pasca liburan Natal dan Tahun Baru 2020-2021 protokol kesehatan baik di Bali, maupun di Jawa, protokol kesehatan harus diterapkan dengan lebih serius.

Dia merasa perlu mengingatkan Ikhwal pentingnya potokol kesehatan, menyusul kebijakan yang mewajibkan setiap orang yang hendak ke Bali, diwajibkan uji Swab berbasis PCR bagi pengguna jalur udara dan hasil negatif uji rapid test antigen bagi pengguna jalur darat.

“Kewajiban menerapkan protokol kesehatan mutlak dilakukan saat penumpang pesawat tiba di Bali. Satgas Covid-19 harus lebih fokus menerapkan protokol kesehatan,” katanya pada Rabu (16/12/2020).

Pasalnya, menurut politikus PDIP ini, cara paling efektif menangani Covid-19 adalah dengan menerapkan secara ketat protokol kesehatan.

“Intinya, pengendalian Covid-19 yang paling utama bukan soal Swab. Tapi bagaimana kedisplinan masyarakat  menjalankan 3 M ( memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan 3 T (Tracking, Testing,Treatmen),” kata Rahmad. 

Baca Juga:   Menurut KPU, Pilkada Serentak di Desember Maunya DPR dan Pemerintah

Rahmad mengatakan pada prinsipnya, pihaknya mendukung upaya peningkatan UMKM di pulau Dewata  yang belakangan ini sudah ‘mati suri’ akibat pandemi.

Sisi lain, yang menjadi perhatian Rahmad, adalah biaya uji Swab. Katanya bila dihitung-hitung biaya uji Swab yang berkisar  900 ribu itu akan terasa memberatkan.

“Kalau biaya uji Swab dibebankan kepada penumpang, ya sangat memberatkan. Kecuali, kalau negara yang membayar,” katanya.

Baca Juga:   DPR Minta Pemerintah Larang WNA Masuk Indonesia Selama PPKM Darurat

Menurut legislator asal Boyolali, Jawa Tengah ini, kebijakan uji Swab yang rencananya akan diberlakukan mulai 18 Desember 2020 ini, masih perlu dipertimbangkan.

“Sebenarnya ada dua pilihan,  uji Swab dibayar oleh negara atawa kita ketatkan satgas untuk pengendalian penegakan disiplin protokol kesehatan,” tegasnya. (sam)

Komentar

Berita Lainnya