JAKARTA – Nikita Mirzani kembali bersuara terkait dengan kehebohan yang melibatkan dengan pendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Dari pembelaan Niki, ia tak merasa menghina siapapun.
Seperti diketahui jika perseteruan Nikita dengan pendukung Habib Rizieq berawal saat ia menyebut ‘habib tukang obat’, perkataan ini yang dianggap menghina Habib RIzieq oleh pendukungnya.
Meski begitu, menurut Nikita apa yang ia katakan bukanlah bentuk penghinaan, karena tukang obat bukan pekerjaan hina. Nama habib juga menurut Nikita bukan merujuk kepada satu individu saja.
“Saya Nikita Mirzani, tidak merasa bahwa saya telah melanggar sesuatu. Adapun adanya perkataan ‘Habib tukang obat’ first of all, tukang obat bukanlah pekerjaan yang hina, sehingga dapat Anda klasifikasikan sebagai hinaan,” tulis Nikita saat memberikan klarifikasi lewat Instagram seperti diberitakan beepdo.com grup Siberindo.co, Senin (16/11/2020).
Masih dalam keterangannya, Niki menerangkan jika sebutan lo*** dan ba** beti** yang diucapkan oleh Ustaz Maaher pendukung Habib Rizieq adalah terang-terangan sebuah bentuk penghinaan kepada perempuan.
“Meanwhile, itu perkataan-perkataan yang Anda sekalian lontarkan kepada saya, seperti ‘Lonte. Babi Betina’ dll jelas merupakan sebuah hinaan teruntuk seorang perempuan,” tulis Nikita.
“Do you think as a religious person, it is ethical to call a human being as such? (Apa menurut Anda sebagai seorang yang religius, beretika kah untuk memanggil seorang manusia dengan sebutan seperti itu?),” lanjutnya.
Lebih lanjut, Nikita juga menjelaskan jika setiap warga negara bebas mengemukakan pendapat karena dilindungi undang-undang. Ia kemudian merujuk kepada Undang-Undang Dasar 1945 pasal 5 ayat 1, pasal 20 ayat 1, dan pasal 28.
Perseteruan Nikita Mirzani dan pendukung Habib Rizieq ini dikabarkan berlanjut ke ranah hukum. Niki dikabarkan melaporkan seseorang terkait hinaan di media sosial, sementara ia juga dilaporkan Forum Masyarakat Pecinta Ulama dengan dugaan ujaran kebencian. (sam)











Komentar