oleh

Berkah Pandemi, Purwandi Sukses Jadi Petani Sayur

PANDEMI Covid 19 sangat berdampak bagi kehidupan banyak orang, termasuk Purwandi (41). Fotografer acara pernikahan ini terpaksa menggantung kameranya dan beralih menjadi petani sayur organik.

Sejak corona melanda, usaha fotonya kehilangan job. Nyaris tidak ada resepsi pernikahan maupun wisuda, memaksanya untuk memilih usaha berkebun demi memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Saat dijumpai Mediajambi.com, Jumat (13/11/220), Purwadi tengah  sibuk  menyiram tanaman sawi pokcoi dan sawi bunga. Di tangannya, tanaman itu terlihat  begitu subur dan siap untuk dipanen lalu dijual.

“Ini hasil dari pandemi Covid-19, jika tidak ada Covid mungkin saya tidak sampai bercocok tanam sayur jenis organik ini,” kata suami dari Sunarti ini.

Dia mengaku awalnya bingung mau berbuat apa. “Karena lambat laun tidak ada pesanan foto acara perkawinan, kalau menunggu terus bisa-bisa dak ngepul dapur dan tidak bisa bayar uang kuliah anak,” kenangnya.

Kebetulan ada tanah kosong di belakang rumah, Purwadi berinisiatif  memanfaatkanya. Lalu dia belajar di YouTube cara bercocok tanam secara organik. Dia mencoba untuk membuka uzaha budidaya sawi pokcoi dan sawi bunga.
Dengan modal sekitar Rp25 juta, Purwadi membeli semua peralatan.

”Alhamdulillah 6 bulan lebih usaha bertanam sawi organik, walau belum banyak hasil penjualannya namun bisa membuat dapur ngepul,” paparnya.

“Untuk masa tanam hingga panen, memerlukan waktu sekitar 25 hingga 30 hari, jika tiga baris itu bisa panen 5 hingga 6 kilo,” jelasnya.

Saat ini dia sudah bisa panen setiap hari, dan untuk pemasarannya dijual langsung ke Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar.

Harga jual sawi pokcoi Rp29.000 per kg, sedangkan sawi bunga Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram-nya.

”Ternyata pandemi Covid-19 bisa juga membawa berkah dan insya Allah bercocok tanam ini akan saya lakoni terus walau keadaan sudah membaik,” ujar Purwadi dengan senyum sumringah. (yeniti darma)

Komentar

Berita Lainnya