oleh

Majene Diarahkan Jadi Sentra Pengembangan Ternak Kambing

MAJENE – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Majene menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Reforma Agraria melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Majene, di Aula Hotel Villa Bogor Leppe, Selasa (15/06/2021).

eRakor ini mengusung tema Pengembangan Peternakan Kambing Yang Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan.

Kepala Kantor BPN Majene Andi Mappangile, A Ptnh dalam laporannya menyatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk memberi bimbingan teknis Sumber Daya Manusia (SDM) kepada para stakeholder yang tergabung dalam tim GTRA maupun tim pelaksana harian GTRA.

“Kami harapkan kegiatan ini dapat memberi gambaran tentang berbagai macam metode dalam melaksanakan penataan akses pada lokasi pilot projek kampung Reforma Agraria, khususnya dalam bidang peternakan kambing dan produk olahan kelapa dan turunannya,” katanya.

Baca Juga:   Warga Korban Gempa Bercocok Tanam di Pengungsian

Dalam rakor terdapat empat materi yang membahas tentang permasalahan pengembangan peternakan berada di Kelurahan Galung yang merupakan pilot projek kampung Reforma Agraria.

Empat materi itu ialah pemanfaatan pakan non hijauan sebagai solusi pada musim kemarau, pemanfaatan limbah peternakan kambing menjadi produk bernilai rupiah, strategi pemasaran produk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) bidang peternakan.

“Dan, fasilitasi akses permodalan UMKM bidang peternakan,” kata Mappangile juga Ketua Pelaksana Harian GTRA Majene itu.

Sebelum membuka Rakor, Bupati Majene Lukman yang juga selaku Ketua Tim GTRA Majene menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan pihak BPN Majene ini.

Baca Juga:   Polisi Bekuk Dua Penyalahguna Narkoba, Satu Sempat Ngumpet di Plafon

“Alangkah lebih bagus bila rakor hari ini menghadirkan para kelompok tani,” ujar Lukman.

Dikatakan, BPN Majene telah melakukan reformasi dan restorasi, yang selama ini BPN hanya mengurus tanah namun juga mulai membuat inovasi yang cukup menarik.

Ini sangat baik dilakukan, semua digiring untuk mengarah kepada masalah lahan dan pakan ternak yang lebih dominan.

“Kita terlibat dalam tim gugus untuk berpikir lebih jauh tentang bagaimana membuat semua lahan yang ada di Majene bersertipikat dan ini akan membuat PAD Majene meningkat,” katanya.

Ia mengajak semua pihak mendukung reforma agraria sesuai tugas dan bidangnya.

Baca Juga:   Cabuli Anak Kandung, Seorang Nelayan di Majene Ditangkap Polisi 

Ada materi yang sangat menarik diikuti, kata dia, yaitu bagaimana mengatasi pakan ternak kambing di musim kemarau.

Inilah yang membuatnya bertahan untuk mengikuti materi, karena ia pun mengaku sebagai peternak kambing.

“Saya yakin, reforma agraria akan sukses di Majene ke depannya, melalui inovasi dan reformasi diberbagai aspek yang telah dilakukan,” katanya.

Hadir dalam rakor, Pemateri dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Provinsi Sulbar Ikbal Mustaman, dan Kadis Koperindag.

Hadir pula Kadis PM PTSP, Kadis LHK, Kadis Perkimtan, Kadis Nakertrans, Kadis Pertanian Majene, Kabag Tapem, para Lurah dan undangan lainnya. (***)

Komentar

Berita Lainnya