oleh

Banjir Masih Genangi Permukiman Warga Gresik

GRESIKBanjir masih menggenangi permukiman warga di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, hingga Selasa (16/3/2021).

Kejadian ini berlangsung sejak Jumat lalu (12/3/2021), sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Raditya Jati mengemukakan, genangan terpantau dengan ketinggian muka air (TMA) beragam di beberapa kecamatan.

Pihak BPBD melaporkan, wilayah yang terkena dampak Banjir dari Sungai Lamong ini, yaitu Kecamatan Benjeng dengan TMA 10 – 40 cm, Cerme masih tergenang 5 – 80 cm dan Kedamean pada 30 – 80 cm.

Baca Juga:   Warga Desa Tetangga Kompak Bantu Korban Banjir dan Longsor Cibeber

Di Kecamatan Balongpanggang, BPBD melaporkan kondisi air di sebagian wilayah dan pemukiman warga yang tergenang berangsur surut.

Hujan dengan intensitas tinggi memicu debit air Sungai Lamong hingga melupa di kawasan. Banjir yang tidak dapat dihindari menggenangi beberapa wilayah kecamatan.

Sejauh ini Banjir berdampak pada kerugian materil milik warga. BPBD mencatat luasan terendam 999 hektar persawahan dan 480 ha tambak.

Baca Juga:   Banjir Meluas, Jalinsum Terputus, Jalur Aceh-Sumut Lumpuh Total

Di samping itu, 2.105 unit rumah dan 11 unit fasilitas umum terdampak banjir.

Sejauh ini korban jiwa masih belum dapat dipastikan dan masih dalam tahap pendataan.

Upaya dilakukan dengan memaksimalkan tenaga yang ada. BPBD Kabupaten Gresik berkoordinasi dengan Muspika dan pemerintah desa setempat terkait pendataan dan monitoring TMA Sungai Lamong dan pasang surut air laut.

Baca Juga:   12 Rumah Hanyut Saat Banjir Bandang di Kecamatan Cicurug

Tak hanya itu saja, BPBD Kabupaten Gresik menyediakan dan menyiagakan perahu evakuasi dan personel untuk korban yang terdampak.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan dianjurkan untuk berlindung di tempat yang lebih tinggi dari potensi bahaya banjir.

Selain itu, setiap keluarga diimbau memiliki rencana darurat keluarga dalam mengantisipasi bahaya banjir, misalnya identifikasi potensi risiko tempat tinggal dan persiapan logistik permakanan. (*)

Komentar

Berita Lainnya