NGAWI – Musim Kemarau di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berdampak mati pada tamanan padi yang baru ditanam di Dusun Ingasrejo Desa Beran Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Selasa (12/10/2021).
Ratusan hektar tanaman padi yang baru umur seminggu tersebut kering dan mati akibat kekurangan air dampak kemarau dan penututupan saluran irigrasi.
Kusni, Anggota Kelompok Tani (Poktan) 2 Ingasrejo, mengatakan, musim tanam kali ini mengalami gagal panen akibat kemarau, serta adanya pembangunan irigrasi di saluran sungai Ketonggo.
“Kami hanya mengandalkan sumur bor dangkal untuk mengairi tanaman padi ini, sedangkan solar untuk bahan bakar sulit, harus antre di SPBU,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Kamto, Seketaris Poktan Ingasrejo 1.
Ia mengatakan, 90 persen petani akan mengalami gagal panen kalau tidak terjadi hujan dan hanya menghadalkan sumut bor dangkal.
Total 280 hektar gagal panen, dan semuanya mengandalkan sumur bor, sehingga hasil modal sama hasil petani mengalami kerugian.
“Selain itu pupuk juga dibatasi, jadi harus beli non subsidi, obat-obatan pun juga mahal, sehingga biaya makin tambah,” ungkapnya. (Endik/Ren)











Komentar