JAKARTA – Warga Jakarta diimbau untuk menunda berpergian ke wilayah Jawa Barat selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total.
Imbauan tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kemarin.
Menurutnya, penundaan plesiran tersebut penting dilakukan mengingat banyaknya jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta.
“Kami mengimbau warga Jakarta tidak dulu bepergian ke berwisata ke Jabar, karena hampir 70 persen di Puncak, di mana kan warga Jakarta,” jelasnya.
Selanjutnya, masih kata Ridwan Kamil, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait pembatasan antarwilayah di Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) yang direncanakan setelah penerapan PSBB di Jakarta.
“Kalau begitu kan tidak mengetatkan, hanya memindahkan interaksi pergerakan. Kami sudah lakukan koordinasi,” tutur mantan Wali Kota Bandung itu.
Kang Emil juga tengah menghitung jumlah warga yang kerja informal di Jakarta. Mengingat akibat PSBB ketat, mereka terdampak tidak bisa berjualan, sehingga berpengaruh pada bansosnya.
“Ini sedang dihitung apakah PSBB ini di-support dana Bodebek, Provinsi atau pusat,” tuturnya.
Kang Emil sapaan akrabnya mengatakan, dalam masa PSBB total ini koordinasi antara Pemprov Jabar dan DKI Jakarta bisa terus terjaga. Sehingga setiap kebijakan bisa menjadi keputusan terbaik bagi masyarakat.
“Makanya saya bilang, keputusan di DKI punya pengaruh di regional sampai nasional. Mudah-mudahan koordiansinya bisa lebih baik, lebih mendalam, sehingga semuanya mendukung, tidak ada perbedaan yang jadi ramai,” imbuhnya.
Kang Emil telah berencana untuk meninjau fasilitas kesehatan di Bodebek, mengingat mayoritas penyebaran Covid-19 terjadi di sejumlah wilayah tersebut.
“Rutenya, di Bandung, lanjut ke Bogor, lanjut ke Depok. Dari sana saya akan membuat pemetaan dan pengetatan, karena ada request,” pungkasnya. (sam)











Komentar