oleh

Pecinta Alam Turun ke Jalan Protes Hutan TNKS Makin Gundul Dirusak Penebang Liar

KERINCI – Komunitas Pecinta Alam di kabupaten Kerinci, melakukan aksi sosial menyelamatkan Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kerinci, di Simpang Tugu Macan, Kamis (11/03/2021).

Aksi yang dilakukan pemuda dan pemudi ini, merupakan bentuk protes terhadap maraknya Penebangan liar dalam TNKS Di kaki Gunung Kerinci.

Mereka turun ke jalan sambil membawa poster yang bertuliskan “Tangkap Penebangan Liar dan Stop Penebangan Liar”.

“Kami turun ini agar pihak terkait mengetahui bahwa Hutan TNKS di Kaki Gunung Kerinci mulai gundul akibat penebangan hutan,”ujar seorang yang ikut Aksi sosial.

Baca Juga:   Taman Nasional Kerinci Seblat Dipasangi Papan Larangan Masuk

Tokoh masyarakat Kayu Aro, Andarno membenarkan adanya aksi sosial yang dilaksanakan pemuda dan pemudi Kayu Aro itu.

Dia mengatakan, aksi sosial tersebut merupakan gerakan solidaritas untuk menyelamatkan hutan Gunung Kerinci yang dirusak oleh tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

“Ya, Ini bukan pencitraan. Mereka pemuda-pemud peduli hutan Gunung Kerinci. Aksi mereka di simpang Tugu macan Kersik Tuo dari pukul 15.30 Wib,” jelasnya.

Baca Juga:   KSDA Lepasliarkan Dua Harimau Sumatera di Taman Nasional Kerinci Seblat

Menurutnya, aksi tersebut merupakan kepedulian pemuda terhadap hutan di kaki Gunung Kerinci makin gundul akibat penebangan liar.

“Hutan di kaki Gunung Kerinci memang sudah memprihatinkan, sudah tidak asri lagi, akibat banyaknya penebangan liar,” ujarnya sebagaimana dilansir dari jambione.com grup siberindo.co.

Sebagai tokoh masyarakat Kayu Aro, dia minta kepada pihak terkait untuk dapat menindak lanjuti penabangan Liar di kaki Gunung Kerinci.

Baca Juga:   Taman Nasional Kerinci Seblat Dipasangi Papan Larangan Masuk

“Pihak BBTNKS harus bertindak, karena ini akan mengancam masyarakat,” sebutnya.

Reno salah seorang tokoh Masyarakat yang juga anggota DPRD Kerinci menuturkan, penebangan liar di hutan TNKS dikaki Gunung Kerinci harus segera ditindak.

“Beberapa hari lalu sudah ada yang terkena dampaknya seperti tanaman Cabai warga sudah ada yang teredam air, karena kurangnya resapan air lagi,” katanya. (*/cr1)

Komentar

Berita Lainnya